Internationalmedia.co.id melaporkan insiden mengejutkan di Tepi Barat. Sejumlah warga sipil Israel, yang juga merupakan pemukim Yahudi, menyerang pasukan keamanan Israel sendiri. Aksi ini tak hanya melibatkan penyerangan fisik, namun juga vandalisme terhadap kendaraan militer dan instalasi keamanan di luar pangkalan militer Israel. Kejadian ini terjadi pada Minggu malam (29/6).
Menurut laporan media Israel yang dikutip internationalmedia.co.id, para pemukim ini menargetkan komandan pangkalan Brigade Regional Binyamin. Mereka menyebut komandan tersebut sebagai "pengkhianat," namun motif di balik serangan tersebut masih belum dijelaskan secara rinci. Insiden ini terkait dengan peristiwa Jumat (27/6) malam, di mana para pemukim Yahudi berusaha memasuki zona militer tertutup dekat desa Palestina, Kafr Malik, dan bentrokan pun terjadi. Enam warga sipil Israel ditangkap menyusul bentrokan tersebut.

Militer Israel dalam pernyataannya Senin (30/6) mengungkapkan bahwa puluhan warga sipil berkumpul di pintu masuk pangkalan Brigade Regional Binyamin. Pertemuan yang awalnya damai berubah menjadi kekerasan. Para pemukim menyemprotkan semprotan merica ke arah pasukan keamanan dan merusak beberapa kendaraan militer. Angkatan Bersenjata Israel (IDF), polisi, dan penjaga perbatasan kemudian turun tangan untuk membubarkan kerumunan tersebut. Satu warga Israel dilaporkan mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, dalam pernyataan terpisah, militer Israel juga mengungkapkan bahwa para pemukim membakar dan merusak lokasi keamanan yang berisi sistem pencegahan serangan teroris di dekat pangkalan tersebut.
Insiden ini menuai kecaman keras dari beberapa menteri Israel. Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, yang dikenal sebagai pendukung setia permukiman Yahudi di Tepi Barat, mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya telah melewati "garis merah." Ia mendesak Kepolisian Israel untuk menyelidiki dan membawa pelaku ke pengadilan. Menteri Luar Negeri Gideon Saar juga turut mengecam keras kejadian ini dan menuntut hukuman berat bagi para pelakunya. Misteri di balik serangan ini masih menjadi fokus penyelidikan pihak berwenang.
