Internationalmedia.co.id melaporkan kabar mengejutkan dari Jalur Gaza. Militer Israel mengumumkan angka kematian tentaranya yang meningkat tajam dalam pertempuran terbaru melawan Hamas. Tujuh tentara Israel, termasuk seorang komandan peleton, gugur dalam pertempuran di selatan Jalur Gaza. Identitas lima tentara dan sang komandan telah dipublikasikan di situs resmi militer Israel, sementara identitas satu tentara lainnya dirahasiakan atas permintaan keluarga.
Peristiwa ini menambah daftar panjang korban jiwa dari pihak Israel dalam konflik yang telah berlangsung sejak Oktober 2023. Tel Aviv melaporkan lebih dari 430 tentaranya telah tewas sejauh ini. Situasi semakin rumit dengan adanya 49 sandera yang masih ditahan Hamas, 27 di antaranya diyakini telah meninggal dunia.

Sementara itu, jumlah korban jiwa di pihak Palestina juga sangat mengkhawatirkan. Kementerian Kesehatan Gaza, yang dikuasai Hamas, melaporkan angka kematian mencapai 56.077 jiwa, sebagian besar warga sipil. Angka ini dianggap kredibel oleh PBB.
Konflik berkepanjangan di Jalur Gaza, yang dihuni lebih dari dua juta penduduk, telah memicu krisis kemanusiaan yang mengerikan. Blokade ketat yang diberlakukan Israel sejak Maret lalu, meskipun sempat dilonggarkan pada Mei, mengakibatkan banyak warga Gaza berada di ambang kelaparan. Organisasi HAM melaporkan pembatasan-pembatasan masih diberlakukan oleh militer Israel.
Setelah gencatan senjata dengan Iran pada Selasa (24/6), Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan fokus militer Israel akan kembali tertuju pada Jalur Gaza. Perang ini terus menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan dan nasib jutaan penduduk Gaza yang terjebak dalam konflik berdarah ini.
