Pernyataan mengejutkan datang dari Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Internationalmedia.co.id melaporkan, dalam percakapan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) pada Selasa (24/6), Pezeshkian menuding AS dan Israel berupaya memecah belah negara-negara Muslim. Tuduhan ini muncul setelah perang 12 hari antara Iran dan Israel yang didukung AS, menewaskan lebih dari 600 warga Iran.
Menurut keterangan resmi kantor kepresidenan Iran yang dikutip internationalmedia.co.id dari Press TV, Pezeshkian menegaskan keyakinan Iran bahwa AS dan rezim Zionis sengaja menciptakan perpecahan di antara negara-negara Muslim, bertolak belakang dengan upaya Iran untuk mempersatukan dan mendamaikan kawasan. Ia menyebut upaya tersebut terkait dengan pencegahan kerja sama regional dalam isu-isu penting seperti dukungan hak-hak Palestina, stabilitas regional, dan kemerdekaan dari intervensi asing.

Pezeshkian menyatakan Teheran akan terus memperjuangkan "hak-haknya yang sah" melalui jalur diplomasi dan menyambut baik dukungan dari negara-negara sahabat. Menanggapi hal tersebut, MBS menyampaikan kecaman resmi Arab Saudi atas serangan Israel terhadap Iran, menyebutnya sebagai tindakan agresi yang tidak beralasan dan melanggar hukum.
Arab Saudi, lanjut MBS, telah melakukan konsultasi diplomatik intensif dengan berbagai negara untuk menekan Israel dan menghentikan serangannya. Ia juga menegaskan bahwa negara-negara Muslim di kawasan tersebut tidak akan menjadi basis peluncuran serangan terhadap Iran dan tidak akan mengizinkan pangkalan AS di wilayah mereka digunakan untuk aksi agresi. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang dinamika politik regional dan peran AS-Israel di dalamnya. Apakah ini awal dari babak baru persekutuan negara-negara Muslim melawan pengaruh AS-Israel?
