Dukungan mengejutkan datang dari mantan Presiden AS Donald Trump kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Internationalmedia.co.id melaporkan, Trump secara terang-terangan menolak penuntutan terhadap Netanyahu atas tuduhan korupsi. Pernyataan ini disampaikan Trump melalui platform media sosialnya, Truth Social. Ia menyebut AS telah menggelontorkan miliaran dolar untuk mendukung Israel, dan tak akan menoleransi penuntutan tersebut.
Pengadilan Israel sebelumnya menolak permintaan penundaan kesaksian Netanyahu dalam persidangan kasus korupsinya. Netanyahu dan istrinya, Sara, didakwa menerima barang mewah senilai lebih dari US$ 260.000 dari para miliarder, diduga sebagai imbalan bantuan politik. Ia juga dituduh berupaya mengamankan liputan media yang menguntungkan.

Netanyahu membantah semua tuduhan dan berterima kasih atas dukungan Trump. Pengacaranya bahkan meminta penundaan sidang selama dua minggu, dengan alasan Netanyahu harus fokus pada "masalah keamanan". Trump sendiri sebelumnya menyebut kasus ini sebagai "perburuan penyihir" dan menjuluki Netanyahu sebagai "Pahlawan Perang".
Trump menghubungkan kasus ini dengan negosiasi Israel dengan Iran dan Hamas, mengatakan bahwa proses hukum ini akan menghambat negosiasi tersebut. Namun, keterangan Trump soal negosiasi mana yang dimaksud masih samar. Konteks ini muncul di tengah pertempuran sengit antara Israel dan Hamas, serta upaya pembebasan sandera.
Pernyataan Trump ini memicu pertanyaan: apakah ini murni dukungan politik, atau ada kepentingan lain yang tersembunyi di baliknya? Apakah dukungan ini akan mempengaruhi jalannya persidangan dan hubungan internasional? Pertanyaan-pertanyaan ini masih menjadi perdebatan.
