Perang antara Israel dan Iran berakhir dengan gencatan senjata, namun konflik di Jalur Gaza masih berlanjut. Internationalmedia.co.id melaporkan, Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir, menyatakan bahwa fokus Israel kini beralih ke Gaza untuk memulangkan sandera dan membubarkan Hamas. Pernyataan ini disampaikan setelah gencatan senjata antara Israel dan Iran mulai berlaku pada Selasa (24/6/2025), menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump.
Zamir mengklaim serangan Israel telah menghambat program nuklir Iran selama beberapa tahun. Perang antara Israel dan Hamas yang dimulai Oktober 2023 telah menewaskan sedikitnya 56.077 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan Gaza. Sementara itu, militer Israel mengumumkan tujuh tentaranya tewas dalam pertempuran terbaru di Gaza, menambah jumlah total korban tewas tentara Israel menjadi lebih dari 430 orang. Saat ini, diperkirakan masih ada 49 sandera yang ditahan Hamas, termasuk 27 yang diyakini telah tewas.

Di sisi lain, Hamas menyatakan pembicaraan gencatan senjata dengan mediator semakin intensif. Meskipun demikian, mereka mengaku belum menerima proposal baru. Presiden Trump sendiri menyatakan keyakinannya bahwa ada kemajuan besar menuju gencatan senjata di Gaza. Situasi di Gaza tetap tegang, dengan perundingan gencatan senjata yang sebelumnya menemui jalan buntu karena tuntutan yang saling bertentangan antara Hamas dan Israel. Perundingan ini melibatkan mediator dari Mesir dan Qatar.
