Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Rahasia Panggilan Telepon yang Guncang Thailand
Trending Indonesia

Rahasia Panggilan Telepon yang Guncang Thailand

GunawatiBy Gunawati28-06-2025 - 15.45Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Rahasia Panggilan Telepon yang Guncang Thailand
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Ribuan demonstran membanjiri Bangkok, ibu kota Thailand, Sabtu (28/6), menuntut pengunduran diri Perdana Menteri (PM) Paetongtarn Shinawatra. Internationalmedia.co.id melaporkan, aksi ini dipicu oleh kebocoran rekaman percakapan telepon PM dengan mantan pemimpin Kamboja, Hun Sen, yang memicu kemarahan publik.

Partai Bhumjaithai, mitra koalisi terbesar kedua, telah menarik dukungannya, menuduh PM berusia 38 tahun itu tunduk pada pengaruh Kamboja dan melemahkan posisi militer Thailand. Sekitar 4.000 demonstran, sebagian besar berusia lanjut dan dipimpin aktivis veteran "Yellow Shirt", memenuhi jalan-jalan sekitar Monumen Kemenangan. Mereka, yang banyak di antaranya melakukan perjalanan jauh untuk berpartisipasi, menyatakan keprihatinan atas kedaulatan negara.

Rahasia Panggilan Telepon yang Guncang Thailand
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Seri Sawangmue, seorang pengunjuk rasa berusia 70 tahun, mengungkapkan kekhawatirannya. "Setelah mendengar rekaman panggilan telepon itu, saya tahu saya tidak bisa mempercayainya," ujarnya. "Dia bersedia menyerahkan kedaulatan kita," tambahnya.

Dalam rekaman percakapan tanggal 15 Juni yang bocor, Paetongtarn terdengar meminta Hun Sen, yang ia panggil ‘paman’, untuk menyelesaikan sengketa wilayah secara damai dan mengabaikan "pihak lain" di Thailand, termasuk seorang jenderal militer yang disebutnya sebagai "lawannya." Meskipun Paetongtarn mengklaim pernyataannya sebagai bagian dari taktik negosiasi, aksi protes tetap berlanjut.

Mahkamah Konstitusi akan memutuskan pada Selasa mendatang apakah akan menerima petisi pencopotan Paetongtarn atas tuduhan ketidakprofesionalan. Di hari yang sama, ayahnya, Thaksin Shinawatra, akan diadili atas tuduhan pencemaran nama baik kerajaan. Paetongtarn sendiri baru menjabat kurang dari setahun, setelah pendahulunya didiskualifikasi dan ayahnya kembali dari pengasingan selama 15 tahun. Situasi politik Thailand kini berada di ujung tanduk.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Trump Buka Hormuz Permanen China Bahagia Ini Janjinya

16-04-2026 - 10.30

Gaza Membara 7 Tewas di Tengah Gencatan Senjata

16-04-2026 - 10.15

Jepang Gelontorkan Dana Fantastis untuk Energi ASEAN

16-04-2026 - 10.00

Hotel Mewah Pakistan Jadi Pusat Negosiasi Rahasia Dunia

16-04-2026 - 07.45

Paus Leo: Kekuatan Sejati Bukan Perang

16-04-2026 - 07.30

Erdogan Dituding Bela Iran Netanyahu Mengamuk

16-04-2026 - 07.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.