Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga fasilitas nuklir Iran telah mengejutkan dunia. Internationalmedia.co.id melaporkan bahwa Presiden Donald Trump mengklaim serangan tersebut telah menghancurkan fasilitas pengayaan uranium Iran. Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik dan konsekuensi lingkungan yang serius.
Tiga lokasi yang menjadi target serangan, Natanz, Fordow, dan Isfahan, merupakan jantung program nuklir Iran. Natanz, terletak sekitar 250 kilometer selatan Teheran, merupakan kompleks pengayaan uranium terbesar Iran. Fasilitas ini, menurut analis, digunakan untuk merakit dan mengembangkan sentrifugal yang mengubah uranium menjadi bahan bakar nuklir. Natanz, dengan enam bangunan di atas tanah dan tiga di bawah tanah, mampu menampung hingga 50.000 sentrifugal, berdasarkan data Nuclear Threat Initiative (NTI). Serangan sebelumnya oleh Israel telah merusak bagian atas tanah fasilitas ini, dan serangan terbaru dilaporkan memutus aliran listrik ke bagian bawah tanah.

Fordow, fasilitas rahasia di pegunungan dekat Qom, jauh lebih sulit dihancurkan. Terletak 80-90 meter di bawah tanah, hanya AS yang diperkirakan memiliki bom penetrator yang mampu menghancurkannya, meskipun efektivitasnya masih dipertanyakan. Institut Ilmu Pengetahuan dan Keamanan Internasional (ISIS) memperkirakan Iran dapat mengubah cadangan uranium yang ada di Fordow menjadi sembilan senjata nuklir dalam tiga minggu.
Isfahan, pusat penelitian nuklir terbesar Iran, dibangun dengan bantuan Tiongkok dan mempekerjakan sekitar 3.000 ilmuwan. Fasilitas ini mencakup tiga reaktor riset, fasilitas konversi uranium, dan berbagai laboratorium.
Iran sendiri membantah adanya bahan radioaktif yang membahayakan di lokasi-lokasi tersebut, mengklaim semua bahan aktif telah dikeluarkan sebelum serangan. Pernyataan ini, yang disampaikan melalui kantor berita IRNA, masih perlu diverifikasi secara independen. Ketiga serangan ini telah meningkatkan ketegangan global dan menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan program nuklir Iran dan stabilitas regional.
