Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Aib Telepon Bocor, Nasib PM Thailand di Ujung Tanduk?
Trending Indonesia

Aib Telepon Bocor, Nasib PM Thailand di Ujung Tanduk?

GunawatiBy Gunawati19-06-2025 - 17.05Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Aib Telepon Bocor, Nasib PM Thailand di Ujung Tanduk?
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, meminta maaf secara publik menyusul bocornya rekaman percakapan teleponnya dengan mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen. Internationalmedia.co.id melaporkan, insiden ini telah memicu gelombang protes dan mengancam stabilitas pemerintahannya yang baru beberapa bulan berjalan.

Permintaan maaf disampaikan Paetongtarn dalam konferensi pers yang dihadiri para panglima militer dan petinggi Pheu Thai, partai yang dipimpinnya. Ia mengakui percakapan yang bocor itu telah menimbulkan kemarahan publik. Dalam percakapan tersebut, Paetongtarn membahas sengketa perbatasan dengan Kamboja, dan menyebut seorang komandan militer Thailand sebagai "lawan". Sapaan akrabnya kepada Hun Sen sebagai "paman" juga menuai kritik tajam di media sosial.

Aib Telepon Bocor, Nasib PM Thailand di Ujung Tanduk?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya harus meminta maaf karena saya sama sekali tidak tahu percakapan itu direkam," ujar Paetongtarn, seperti dikutip dari media lokal. Ia menegaskan komitmen pemerintahnya untuk menjaga kedaulatan wilayah Thailand.

Namun, permintaan maaf tersebut tampaknya belum cukup meredam gejolak politik. Partai Bhumjaithai, mitra koalisi utama, telah menarik dukungannya, menilai tindakan Paetongtarn telah mencoreng martabat negara dan militer. Kehilangan 69 kursi parlemen dari Bhumjaithai membuat pemerintahan Paetongtarn kehilangan mayoritas suara di parlemen.

Situasi ini mendorong spekulasi akan digelarnya pemilihan umum mendadak, hanya dua tahun setelah pemilu sebelumnya. Dua partai koalisi lainnya tengah mengadakan pertemuan untuk membahas langkah selanjutnya. Jika salah satu partai koalisi tersisa menarik dukungan, pemerintahan Paetongtarn akan runtuh.

Demonstrasi anti-pemerintah pun terjadi di depan Government House, dengan para pendemo menuntut pengunduran diri Paetongtarn. Beberapa di antaranya merupakan veteran gerakan "Yellow Shirts", kelompok yang dikenal anti-Thaksin Shinawatra, ayah Paetongtarn. Nasib pemerintahan Paetongtarn kini berada di ujung tanduk, di tengah tekanan politik yang semakin kuat.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Misteri Minibus Terbakar Belasan Tewas

17-04-2026 - 03.45

Gencatan Senjata Israel Lebanon Pasukan Tetap di Zona Keamanan

17-04-2026 - 03.30

Rahasia Gencatan Senjata Timur Tengah Terungkap

17-04-2026 - 03.15

Prahara Lebanon: Darah Tumpah Jelang Gencatan Senjata

17-04-2026 - 03.00

Turki Gempar Sekolah Berubah Medan Perang

16-04-2026 - 23.45

Presiden Brasil Bela Iran

16-04-2026 - 23.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.