Internationalmedia.co.id melaporkan pernyataan mengejutkan Presiden Rusia Vladimir Putin terkait konflik Iran-Israel. Putin optimistis penyelesaian konflik tersebut bisa dicapai. Menurutnya, mencari jalan keluar bersama untuk menghentikan pertempuran adalah langkah yang menguntungkan semua pihak. Pernyataan ini disampaikan Putin kepada wartawan asing, termasuk AFP, dalam sebuah acara televisi.
Putin mengamati adanya konsolidasi masyarakat Iran di sekitar kepemimpinan politik negara itu pasca serangan Israel. Meskipun mengakui kompleksitas masalah ini, ia yakin solusi dapat ditemukan. Menurutnya, kesepakatan yang tercapai harus menjamin keamanan Israel dan sekaligus mengakomodasi keinginan Iran untuk program nuklir sipil. Israel sendiri mengklaim serangan udara mereka bertujuan mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, klaim yang dibantah Teheran.

Lebih lanjut, Putin menekankan pentingnya kerja sama untuk menghentikan pertempuran dan mencari kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Ia bahkan menyebut lebih dari 200 karyawan Rusia bekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, Iran, yang dibangun oleh Rosatom. Putin memastikan keamanan Israel akan terjamin, dan Rusia dapat terus bekerja sama dengan Iran dalam program nuklir sipilnya.
Namun, tawaran Putin untuk menengahi konflik ini ditolak oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump meminta Putin untuk menyelesaikan konfliknya sendiri di Ukraina terlebih dahulu sebelum menawarkan bantuan mediasi. Hubungan militer Rusia-Iran memang semakin erat sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, ditandai dengan penandatanganan perjanjian kemitraan strategis pada Januari lalu. Pernyataan Putin ini tentu saja menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana Rusia bisa berperan sebagai penengah di tengah ketegangan internasional yang tinggi?
