Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Keputusan Mengejutkan Trump: Suriah Bersuka Cita, Israel Gigit Jari
Trending Indonesia

Keputusan Mengejutkan Trump: Suriah Bersuka Cita, Israel Gigit Jari

GunawatiBy Gunawati16-05-2025 - 04.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Keputusan Mengejutkan Trump: Suriah Bersuka Cita, Israel Gigit Jari
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id melaporkan sebuah keputusan mengejutkan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mencabut seluruh sanksi terhadap Suriah. Pengumuman ini disambut gembira oleh pemerintah Suriah, sementara Israel justru menunjukkan kekecewaan yang mendalam. Keputusan ini diungkapkan Trump setelah berdiskusi dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, saat memberikan sambutan di Forum Investasi Saudi di Riyadh.

Trump menyatakan bahwa sanksi-sanksi tersebut, yang dinilai brutal dan melumpuhkan, telah menjalankan fungsinya di masa lalu. Namun, kini ia menilai sudah saatnya Suriah diberi kesempatan untuk bangkit. "Semoga berhasil, Suriah," ucap Trump, "Tunjukkan kepada kami sesuatu yang sangat istimewa." Ia berharap pemerintahan baru Suriah di bawah kepemimpinan Ahmed al-Sharaa dapat menstabilkan negara dan menjaga perdamaian. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Suriah di Turki pada akhir pekan ini.

Keputusan Mengejutkan Trump: Suriah Bersuka Cita, Israel Gigit Jari
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Ahmed al-Sharaa sendiri menyambut baik keputusan Trump ini sebagai langkah "bersejarah dan berani" yang akan meringankan penderitaan rakyat Suriah dan meletakkan dasar bagi stabilitas regional. Pertemuan antara Trump dan al-Sharaa di Riyadh, yang juga dihadiri MBS dan Erdogan secara virtual, menandai pertemuan pertama antara pemimpin AS dan Suriah dalam seperempat abad terakhir. Al-Sharaa menyampaikan rasa terima kasih kepada MBS dan Erdogan atas peran mereka dalam terwujudnya keputusan ini.

Namun, di sisi lain, keputusan Trump ini menimbulkan gelombang kekecewaan di Israel. Meskipun pemerintah Tel Aviv memilih bungkam, informasi menyebutkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah meminta Trump untuk tidak mencabut sanksi tersebut saat kunjungannya ke Washington bulan lalu. Keputusan Trump untuk mengabaikan permintaan Israel ini dipandang sebagai prioritas AS pada kesepakatan bisnis dengan negara-negara Teluk. Kecemasan Israel semakin meningkat mengingat pembicaraan AS dengan Iran dan penghentian pengeboman Houthi di Yaman. Situasi ini membuat Israel terkesan berhati-hati dalam memberikan komentar, terutama setelah pembebasan sandera Amerika-Israel, Edan Alexander, melalui negosiasi yang tidak melibatkan Israel.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Permintaan Mendesak Trump Ditolak Sekutu Kunci

17-03-2026 - 07.30

Gaza Berduka Ibu Hamil dan Anak Anak Tewas

17-03-2026 - 07.15

Pemimpin Iran Jalani Operasi Rahasia di Rusia

17-03-2026 - 07.00

Ladang Minyak Abu Dhabi Terbakar Drone Menggempur

17-03-2026 - 03.45

Trump Gagal Bujuk Sekutu di Hormuz

17-03-2026 - 03.30

Malam Berbuka Berakhir Duka di Tepi Barat

17-03-2026 - 03.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.