internationalmedia.co.id – Suasana tenang di Kampung Darmaga, Desa Sukaratu, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Sabtu (7/11/2026). Sebuah insiden memilukan terjadi ketika tiga orang balita dilaporkan tewas setelah terjatuh ke dalam sebuah kolam renang yang sudah lama tidak terpakai. Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi warga setempat, terutama karena kondisi penemuan korban yang sangat mengejutkan.
Kejadian tragis ini bermula saat tiga anak kecil, yakni Dewa (2 tahun), Mutia (2 tahun), dan Davina (3 tahun), sedang bermain di sekitar area kolam renang tersebut. Kolam yang terletak di sebuah lahan pribadi itu diketahui telah terbengkalai selama kurang lebih dua tahun terakhir. Tanpa disadari oleh orang dewasa di sekitar lokasi, ketiga balita tersebut masuk ke area kolam saat waktu menunjukkan sekitar pukul 12.30 WIB.

Ironisnya, pada saat kejadian berlangsung, terdapat aktivitas renovasi rumah di dekat lokasi kolam tersebut. Namun, para pekerja bangunan yang tengah sibuk dengan pekerjaan mereka sama sekali tidak menyadari bahwa ketiga anak kecil itu sedang bermain di area yang sangat berbahaya. Ketidaksengajaan ini berujung pada maut ketika ketiga balita tersebut terjatuh ke dalam air yang memiliki kedalaman sekitar 80 sentimeter.
Ketua RW setempat, Deden Somantri, mengonfirmasi bahwa kolam renang tersebut merupakan milik pribadi dan kondisinya memang sudah tidak terurus sejak lama. Menurut penuturannya, ketiga korban diduga berhasil masuk ke area kolam dengan cara melewati pagar pembatas yang ada di lokasi.
Momen penemuan korban pun berlangsung sangat dramatis dan penuh kepilukan. Seorang pekerja bangunan yang sedang beristirahat di dekat lokasi adalah orang pertama yang menyadari adanya sesuatu yang mencurigakan di dalam air. Awalnya, pekerja tersebut mengira bahwa benda yang mengapung di permukaan kolam hanyalah sebuah boneka yang hanyut.
"Awalnya kami mengira di kolam renang itu ada boneka yang mengambang. Namun, setelah didekati untuk memastikan, ternyata itu adalah tubuh anak-anak kecil," ujar Deden saat memberikan keterangan kepada media.
Setelah segera dilakukan upaya evakuasi dari dalam air, kenyataan pahit harus diterima oleh keluarga dan warga. Ketiga balita tersebut ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Kedalaman kolam yang meski tidak terlalu dalam, namun tetap menjadi ancaman fatal bagi anak-anak dalam kondisi pengawasan yang minim.
Hingga saat ini, peristiwa tersebut menjadi peringatan keras bagi para orang tua mengenai pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak, terutama saat berada di dekat area yang memiliki risiko kecelakaan seperti kolam renang, meskipun dalam kondisi terbengkalai atau tidak terpakai. Warga berharap agar area-area berbahaya seperti kolam terbengkalai dapat segera ditutup atau diberi pengamanan lebih agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
