internationalmedia.co.id – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh kelompok mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, akhirnya berakhir dengan tertib pada Senin sore. Massa yang sejak siang hari memadati area Jalan Gatot Subroto tersebut mulai membubarkan diri sekitar pukul 16.45 WIB, yang berdampak pada pulihnya arus lalu lintas di kawasan jantung ibu kota tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa aksi yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa mulai meninggalkan lokasi secara bertahap. Mereka menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari sepeda motor hingga bus, untuk kembali ke titik kumpul masing-masing. Kehadiran aparat kepolisian yang berjaga sejak awal aksi turut memastikan proses pembubaran massa berjalan kondusif tanpa adanya gesekan yang berarti.

Menariknya, suasana di lokasi tidak hanya diwarnai dengan pengamanan ketat, tetapi juga apresiasi dari pihak kepolisian. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, terlihat turun langsung ke tengah massa untuk menyapa para demonstran yang tengah bersiap pulang. Ia secara terbuka menyampaikan rasa terima kasih kepada para mahasiswa karena telah menyampaikan aspirasinya dengan cara yang tertib dan tidak anarkis.
"Terima kasih ya, hati-hati di jalan," ujar Reynold sambil melambaikan tangan kepada para mahasiswa, menciptakan suasana yang humanis di tengah ketegangan isu politik yang dibawa.
Meski aksi berakhir damai, sisa-sisa kegiatan sempat meninggalkan jejak berupa sampah bekas makanan dan botol minuman yang berserakan di sekitar gerbang utama DPR. Namun, respons cepat ditunjukkan oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Tak lama setelah massa menjauh, petugas kebersihan langsung bergerak menyisir area tersebut dengan sapu dan peralatan lainnya, sehingga dalam waktu singkat kawasan Senayan kembali bersih dan nyaman bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, gelombang demonstrasi ini dipicu oleh tuntutan terhadap realisasi pendidikan gratis serta desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas). Aksi ini melibatkan dua kelompok besar, yakni Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) dan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI).
Kedua aliansi ini bergerak secara terpisah namun memiliki satu tujuan yang sama. Massa LMND telah tiba lebih awal pada pukul 14.00 WIB dengan membawa atribut lengkap seperti mobil komando, bendera organisasi, hingga poster tuntutan. Tak lama berselang, massa BEM SI menyusul dan memperkuat barisan orasi di depan gedung parlemen.
Koordinator Wilayah BEM SI Jabodetabek, Adelia, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk pengawalan terhadap janji pemerintah terkait akses pendidikan. Ia menyoroti komitmen Presiden Prabowo Subianto mengenai program pendidikan gratis dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi.
"Ini adalah janji yang sangat besar. Oleh karena itu, kami dari aliansi BEM SI berkomitmen untuk terus mengawal isu pemenuhan hak pendidikan ini hingga benar-benar disahkan dan diimplementasikan secara nyata bagi masyarakat," tegas Adelia di sela-sela aksi.
