Internationalmedia.co.id – News – Tim SAR gabungan masih berjibaku mencari delapan orang yang dilaporkan hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Memasuki hari keenam pencarian, sejumlah petunjuk baru berupa terpal, jaket pelampung, dan galon air ditemukan, memicu harapan sekaligus pertanyaan besar mengenai nasib lima jurnalis dan tiga kru kapal yang belum kembali.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa temuan tersebut meliputi dua terpal, tiga jaket berwarna oranye, dan satu galon air. Penemuan ini tersebar di beberapa lokasi berbeda di perairan.

Lebih lanjut, KRI Teluk Gilimanuk pada Minggu pagi pukul 08.55 WIB berhasil menemukan jaket pelampung dan satu botol di perairan Pulau Sangiang. Sementara itu, RIB 02 Lampung menemukan terpal di sekitar Pulau Sebesi. KAL Anyer juga melaporkan penemuan jaket pelampung di perairan Legok Belimbing, Lampung, dan KM Bima menemukan jaket pelampung lainnya sekitar pukul 09.58 WIB di dekat Pulau Rakata.
Meskipun demikian, Al Amrad belum dapat memastikan secara definitif apakah barang-barang yang ditemukan ini memiliki kaitan langsung dengan Kapal Arupadhatu I, yang ditumpangi rombongan jurnalis dan kru kapal tersebut. "Pelaksanaan operasi SAR pada hari ini, objek-objek telah kami serahkan kembali kepada pihak yang berwenang dalam hal ini kepolisian untuk menindaklanjuti," jelas Al Amrad dari Pos SAR gabungan di Carita, Pandeglang.
Hingga saat ini, tim gabungan yang mengerahkan 14 alat utama (alut) dalam operasi pencarian masih belum menemukan titik terang keberadaan para korban. "Pencarian hari ini masih nihil," imbuhnya, mengindikasikan bahwa upaya menemukan delapan orang tersebut masih menghadapi tantangan besar.
Kedelapan orang yang hilang kontak tersebut terdiri dari lima jurnalis, yaitu M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni sebagai jurnalis lepas (freelance). Tiga awak kapal yang juga belum ditemukan adalah Warta (kapten), Sukarman (ABK), dan Heriyanto (guide). Pencarian intensif terus dilanjutkan dengan harapan dapat segera menemukan para korban.
