Polda Banten telah berhasil mengidentifikasi jenazah yang ditemukan mengambang di Kali Teratai, Kota Cilegon, Banten. Konfirmasi ini sekaligus menepis spekulasi yang beredar, memastikan bahwa mayat tersebut bukan bagian dari rombongan jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pengumuman ini datang di tengah operasi pencarian intensif untuk delapan orang, termasuk lima jurnalis, yang dilaporkan hilang saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea, dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (12/9/2026), menegaskan bahwa identitas jenazah telah dipastikan. "Yang bersangkutan dipastikan bukan merupakan penumpang maupun bagian dari rombongan speed boat yang mengalami lost contact di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Kombes Maruli.

Identifikasi terhadap jenazah menunjukkan bahwa ia adalah Saudara EM, yang telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga yang datang memberikan keterangan kepada kepolisian. "Hasil identifikasi terhadap jenazah Saudara EM merupakan keluarga dari pihak yang datang dan memberikan keterangan kepada kami, sehingga dapat dipastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari rombongan speed boat yang masih dalam proses pencarian," tambahnya, sebagaimana dikutip oleh internationalmedia.co.id.
Kombes Maruli juga mengimbau masyarakat agar tidak membuat kaitan antara penemuan jenazah ini dengan delapan orang yang masih dalam pencarian. Ia menekankan pentingnya fokus pada upaya pencarian rombongan yang hilang tersebut. Saat ini, Polda Banten bersama tim SAR gabungan masih terus melaksanakan operasi pencarian terhadap rombongan speed boat yang mengalami lost contact, yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru kapal.
Penemuan jenazah di Kali Teratai pertama kali dilaporkan oleh warga sekitar. Pihak kepolisian baru menerima laporan sekitar pukul 16.30 WIB. Menanggapi laporan tersebut, tim dari Polsek Kramatwatu segera bergegas menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan penyelidikan awal. "Iya di Kali Terate. Tadi sekitar jam setengah 5 kami dikabarinya," kata Kapolsek Kramatwatu, Kompol Bai Ma’mun, kepada internationalmedia.co.id.
Dengan terungkapnya identitas jenazah di Kali Teratai dan penegasan bahwa ia tidak terkait dengan insiden kapal hilang, fokus utama kini kembali tertuju pada operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru yang masih belum ditemukan di perairan Selat Sunda.
