Senyum Abadi Nasirun Bikin Fadli Zon Terkesima
Internationalmedia.co.id – News – Mantan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, baru-baru ini membuka pameran seni rupa bertajuk ‘Bersimpuh di Kaki Para Guru’ yang didedikasikan untuk mengenang maestro lukis Nasirun di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon menyampaikan penghormatan mendalam kepada almarhum Nasirun, seorang seniman yang dikenangnya sebagai pribadi yang selalu ceria, pantang mengeluh, dan memiliki dedikasi luar biasa bagi perkembangan seni rupa Tanah Air.

Pameran ini, menurut Fadli Zon, tidak hanya menjadi bentuk penghormatan atas kepergian Nasirun, tetapi juga mewujudkan impian sang pelukis untuk memamerkan karyanya berdampingan dengan para guru yang ia hormati. "Seorang Nasirun itu adalah orang yang tidak pernah mengeluh, orang yang selalu tertawa. Dalam keadaan susah pun kelihatannya selalu tertawa," ujar Fadli Zon, mengenang sosok Nasirun yang selalu positif dan optimis.
Fadli Zon menceritakan kedekatannya dengan Nasirun yang terjalin selama belasan tahun. Ia kerap mengunjungi kediaman Nasirun di Yogyakarta, yang selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin bersilaturahmi. Diskusi santai mengenai seni dan kehidupan seringkali berlanjut hingga dini hari. "Saya termasuk salah seorang tamu yang datang bisa jam 11 malam sampai jam 2 pagi, jam 3 pagi, untuk berdialog, bercengkerama, dan tertawa bersama Nasirun. Ini meninggalkan kesan mendalam bagi saya secara pribadi," kenangnya.
Salah satu ciri khas Nasirun yang paling menonjol adalah rasa hormatnya yang tak terbatas kepada para pendahulu dalam dunia seni. Fadli Zon mengungkapkan bahwa Nasirun bahkan membangun sebuah museum khusus tepat di seberang rumahnya untuk mengoleksi karya-karya para maestro seni rupa yang dianggapnya sebagai guru. Koleksi tersebut, kata Fadli, selalu bertambah setiap kali ia berkunjung, menunjukkan dedikasi Nasirun dalam melestarikan warisan seni.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan bahwa karya-karya Nasirun selalu sarat dengan tradisi, budaya, spiritualitas, dan realitas kehidupan sehari-hari. Pameran di Galeri Nasional ini menjadi semacam "dialog estetik" antara karya Nasirun dan para gurunya, menunjukkan bagaimana Nasirun, dengan kreativitas dan ide-ide barunya, mampu mencurahkan ekspresi budaya yang mendalam dan relevan.
Dedikasi Nasirun tidak hanya terbatas pada penciptaan karya, tetapi juga pada upaya menularkan ilmu kepada generasi muda. Fadli Zon menyebut Nasirun pernah menjadi pengajar dalam program ‘Belajar Bersama Maestro’ yang digagas Kementerian Kebudayaan. "Beliau orang yang sangat dedicated untuk membagikan pengalamannya, ilmunya kepada generasi muda. Ada 10 orang siswa terpilih audisi yang tinggal dan belajar bersama Nasirun hingga melahirkan karya-karya yang penuh kedalaman. Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru," harap Fadli Zon.
Acara pembukaan pameran ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sastrawan dan kiai KH. D. Zawawi Imron, keluarga mendiang Nasirun, serta jajaran kurator dan pejabat Kementerian Kebudayaan. Fadli Zon secara khusus mengapresiasi kehadiran Kapolri, berharap semakin banyak pejabat yang peduli terhadap seni rupa dan kebudayaan nasional.
Menutup sambutannya, Fadli Zon mengingatkan tentang amanat konstitusi Pasal 32 UUD 1945 yang menggarisbawahi kewajiban negara untuk memajukan kebudayaan nasional. Ia menegaskan bahwa memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia adalah tugas dan tanggung jawab bersama, sebuah warisan yang harus terus dijaga dan dikembangkan.
