Internationalmedia.co.id – News, Batam – Sebuah rekomendasi serius akan diajukan oleh pihak kepolisian terkait izin operasional kelab malam Planet Batam di Kepulauan Riau. Tempat hiburan malam tersebut terancam dicabut izin usahanya setelah terbukti menjadi lokasi sentral peredaran narkoba.
Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Kevin Leleury. "Ini adalah langkah yang pasti. Kami akan segera mengajukan rekomendasi pencabutan izin tersebut," ungkap Kevin kepada awak media di Mapolres Barelang, Batam, pada Rabu (9/9).

Kevin Leleury menambahkan bahwa saat ini, seluruh area kelab malam Planet Batam masih dalam status penyegelan dengan garis polisi. Ia menegaskan bahwa selama proses penyidikan berlangsung, kelab tersebut tidak diizinkan untuk beroperasi kembali. "Selama dalam tahap penyidikan, pengembalian operasional belum dapat dilakukan. Kami akan tetap mempertahankan status penyegelan untuk kepentingan penyelidikan," jelasnya.
Penyegelan Planet Batam, menurut Kevin, telah berlangsung sejak Agustus 2026, menyusul operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di lokasi tersebut. "Sejak penggerebekan itu, tempat ini langsung kami tutup. Tepatnya di bulan Agustus," imbuhnya.
Langkah rekomendasi pencabutan izin ini merupakan kelanjutan dari serangkaian penyelidikan, termasuk rekonstruksi kasus peredaran narkoba yang belum lama ini digelar oleh Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Rekonstruksi tersebut melibatkan tiga kelab malam di Batam, termasuk Planet Batam, dengan total 26 adegan yang diperagakan oleh para tersangka.
Dalam reka ulang tersebut, sebanyak 14 tersangka dihadirkan. Di antara mereka, nama Yuwanky, yang merupakan pemilik Planet Batam, dan Basri Lewaimang, pemasok narkoba utama ke tempat hiburan malam tersebut, turut menjadi sorotan.
Kevin menjelaskan, "Kegiatan hari ini adalah pelaksanaan rekonstruksi terkait tindak pidana narkoba yang terjadi di tiga lokasi tempat hiburan malam, yaitu Planet 1, Planet 2, dan Planet 3. Secara keseluruhan, ada 26 adegan yang kami reka ulang."
