Internationalmedia.co.id – News – Jakarta – Bandara Halim Perdanakusuma di ibu kota kembali lumpuh pada Senin, 7 September 2026. Sebanyak 31 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan hari ini menyusul sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan operasional bandara ini telah diperpanjang hingga pukul 18.00 WIB, mengakibatkan ribuan penumpang menghadapi penundaan perjalanan yang tidak terduga.
Kolonel Pnb Ali Sudibyo, Executive General Manager Operasional Bandara Halim Perdanakusuma, mengonfirmasi keputusan perpanjangan penutupan tersebut. "Informasi flight cancel yang berdampak dengan adanya perpanjangan penutupan operasional bandara hingga pukul 18:00 WIB," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima internationalmedia.co.id.

Total 2.504 penumpang terkena dampak langsung dari pembatalan ini. Rinciannya, 16 penerbangan yang seharusnya berangkat (departure) dan 15 penerbangan kedatangan (arrival) tidak dapat beroperasi sesuai jadwal. Beberapa maskapai yang paling terdampak termasuk Batik Air, Rimbun Air, Fly Jaya, dan Travira Air. Menariknya, maskapai Citilink tercatat tidak memiliki jadwal penerbangan yang terganggu pada periode penutupan ini.
Situasi serupa tidak hanya menimpa Bandara Halim Perdanakusuma. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) juga mengumumkan bahwa tiga bandara lain di wilayah Jawa dan Sumatera turut mengalami penghentian operasional. Akibat peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Bandara Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang, Bandara Radin Inten II (TKG) di Lampung, dan Bandara Husein Sastranegara (BDO) di Bandung juga ditutup hingga pukul 18.00 WIB pada tanggal yang sama.
Pihak Angkasa Pura Indonesia mengimbau seluruh calon penumpang untuk proaktif memantau status penerbangan mereka secara berkala. Informasi terbaru dapat diperoleh langsung dari maskapai terkait atau melalui Contact Center InJourney Airport, mengingat kondisi vulkanik yang masih berpotensi fluktuatif. Penutupan ini menjadi pengingat akan dampak signifikan bencana alam terhadap sektor transportasi udara.
