Internationalmedia.co.id – News – Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Pemprov Malut) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) secara proaktif memperluas jangkauan pasar dan promosi bagi Wira Usaha Baru (WUB) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM) daerah. Langkah strategis ini terwujud dalam partisipasi mereka di Tjipta UMKM Fair, sebuah ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Sinar Mas melalui Tjipta Foundation di Jakarta. Pameran ini bukan sekadar etalase, melainkan platform kolaborasi vital antara pemerintah daerah dan sektor swasta, membuka pintu bagi produk-produk lokal untuk dikenal lebih luas, membangun jejaring bisnis, dan mengidentifikasi peluang pasar yang menjanjikan. Total 108 pelaku UMKM dari tujuh pilar usaha Sinar Mas turut meramaikan acara ini.
Pada Jumat (4/9), hari kedua pameran, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menunjukkan komitmennya dengan mengunjungi langsung booth WUB dan IKM Maluku Utara. Beliau didampingi oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi Maluku Utara, K.R.N.S. Lestari. Kunjungan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap para pelaku usaha yang berkesempatan membawa kekayaan produk khas Maluku Utara ke panggung promosi yang lebih luas. Beragam produk yang dipamerkan menonjolkan keunikan bahan baku dan cita rasa otentik daerah, mulai dari olahan kenari, sagu, kopi, hingga rempah-rempah dan cengkeh yang aromatik.

"Ruang seperti ini sangat krusial bagi pelaku usaha kita," tutur Sherly Tjoanda. "Mereka tidak hanya berkesempatan memperkenalkan produk, tetapi juga membangun jejaring dan mengidentifikasi potensi pasar yang lebih luas." Gubernur Sherly lebih lanjut menggarisbawahi bahwa perkembangan WUB dan IKM memerlukan ekosistem yang solid, di mana pemerintah, dunia usaha, dan pelaku usaha saling bersinergi. Ia menegaskan komitmen Pemprov Malut untuk terus membuka peluang promosi dan memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal. "Kami bertekad agar wirausaha baru yang lahir di Maluku Utara dapat tumbuh menjadi entitas bisnis yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Oleh karena itu, akses promosi, jejaring, dan pasar harus senantiasa kami fasilitasi," tegasnya.
Dalam upaya membawa nuansa Kie Raha ke jantung ibu kota, Disperindag Maluku Utara memfasilitasi partisipasi empat pelaku usaha terpilih: Pakesang, Amalia Queenlove, Sulamina, dan KTH Buku Manyeku. Mereka hadir dengan beragam produk yang secara apik merepresentasikan potensi komoditas dan kekhasan Maluku Utara. Pakesang memukau pengunjung dengan Aer Guraka, aneka varian kopi, serta olahan kenari dan sagu. Amalia Queenlove menawarkan kelezatan Halua Kenari, Kue Putar Mini, dan Biscuit Kenari Rempah. Sementara itu, Sulamina memamerkan berbagai inovasi produk cokelat, dan KTH Buku Manyeku memperkenalkan minyak cengkeh murni.
Bagi Disperindag, keikutsertaan WUB dan IKM dalam pameran semacam ini jauh melampaui sekadar ajang pamer produk. Ini adalah kesempatan emas bagi para pelaku usaha untuk menyelami selera pasar, mengamati tren perkembangan produk, memperluas jaringan bisnis, dan secara realistis mengukur kesiapan mereka untuk bersaing di pasar yang lebih besar.
M. Ronny Saleh, Kepala Disperindag Provinsi Maluku Utara, menjelaskan bahwa fasilitasi ini adalah bagian integral dari strategi pemerintah daerah untuk memastikan WUB dan IKM memiliki akses yang lebih luas ke pasar dan jaringan usaha. "Kami tidak hanya mendorong produknya untuk tampil, tetapi juga memastikan pelaku usahanya mendapatkan pengalaman berharga dan akses yang lebih baik," ungkap Ronny. "Mereka dapat memahami kebutuhan pasar, membangun koneksi, dan mempelajari cara menjadikan produk lokal lebih kompetitif." Ia menegaskan bahwa Pemprov Malut akan terus membuka ruang bagi WUB dan IKM untuk berkembang melalui program pembinaan dan fasilitasi promosi. "WUB yang kami bina harus memiliki kesempatan untuk berkembang. Oleh karena itu, akses pasar adalah kunci utama yang harus terus kami buka agar mereka bisa ‘naik kelas’ dan memiliki daya saing global," pungkasnya.
Partisipasi aktif dalam Tjipta UMKM Fair ini secara gamblang menunjukkan esensi kolaborasi multipihak dalam pengembangan usaha lokal. Pemerintah berperan sebagai fasilitator dan pembina, dunia usaha menyediakan platform jejaring dan promosi, sementara para pelaku WUB dan IKM menjadi ujung tombak dengan membawa produk serta inovasi mereka ke hadapan pasar. Bagi Maluku Utara, ajang ini adalah momentum emas untuk memperkenalkan produk-produk yang lahir dari kekayaan alam melimpah dan kreativitas masyarakat Kie Raha, memastikan mereka semakin dikenal dan diapresiasi di kancah nasional bahkan internasional.
