Internationalmedia.co.id – News – Sebuah permainan petak umpet yang seharusnya penuh keceriaan berakhir dengan duka mendalam di Ponorogo. Seorang bocah berinisial ER, yang baru berusia sembilan tahun, dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok saat asyik bersembunyi. Insiden tragis ini menjadi pengingat pahit akan bahaya tersembunyi di sekitar kita.
Peristiwa nahas itu terjadi ketika ER bersama tiga rekannya sedang asyik bermain. Saat giliran mencari tempat persembunyian, nasib tragis menimpanya. Ia memilih bersembunyi di dekat sebuah bangunan kamar mandi yang kondisinya sudah sangat lapuk dan tidak terpakai lagi.

Kanit Reskrim Polsek Bungkal, Aipda Hermansyah, mengonfirmasi kejadian memilukan ini. "Memang benar kami mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya anak yang tertimpa runtuhan tembok. Tembok tersebut kondisinya sudah usang dan rusak," ujar Aipda Hermansyah, sebagaimana dikutip dari laporan internationalmedia.co.id pada Senin lalu.
Menurut keterangan pihak kepolisian, insiden bermula saat empat anak tengah asyik bermain petak umpet. ER, dalam upayanya mencari tempat sembunyi, mendekati bangunan kamar mandi yang sudah lama terbengkalai. Tembok yang sudah rapuh dan usang itu tiba-tiba roboh, menimpa tubuh mungil ER.
Warga sekitar dan anggota keluarga yang mendengar kejadian tersebut segera bergegas memberikan pertolongan. ER segera dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Bungkal. Namun, takdir berkata lain, nyawa bocah malang itu tidak dapat diselamatkan.
Akibat runtuhan tembok, ER mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya, termasuk kaki, tangan, kepala, dan pelipis. "Korban dibawa oleh keluarga dan masyarakat ke Puskesmas, namun akhirnya meninggal dunia," tambah Aipda Hermansyah, mengakhiri keterangannya. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan tua yang berpotensi membahayakan.
