Internationalmedia.co.id – News – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar baru-baru ini melakukan peninjauan langsung ke MTsN 2 Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk melihat kondisi siswa yang masih berjuang melanjutkan pendidikan di tenda darurat pascagempa Flores. Kunjungan ini menyoroti semangat luar biasa para siswa dan guru di tengah keterbatasan fasilitas belajar.
Setibanya di lokasi, Menag Nasaruddin Umar menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan sejumlah ruang kelas di madrasah tersebut yang tidak dapat digunakan akibat kerusakan parah ditimbulkan gempa. Ia kemudian memasuki salah satu tenda yang kini berfungsi sebagai ruang belajar sementara, berinteraksi langsung dengan para siswa. Dengan nada penuh semangat, ia berujar, "Harus tetap semangat ya belajarnya. Musibah ini adalah ujian. Kalau ujian itu artinya bisa naik kelas nanti," memberikan motivasi mendalam kepada anak-anak.

Dalam kunjungannya yang berlangsung pada Kamis (3/9), Menag Nasaruddin secara khusus menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh siswa dan tenaga pengajar yang tetap gigih menjalankan proses belajar-mengajar di tengah kondisi pascabencana. Ia menegaskan bahwa musibah alam tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan hak pendidikan mereka. "Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak," tegasnya, menekankan komitmen kuat pemerintah.
Sebagai respons cepat terhadap dampak gempa, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan 1.000 paket perlengkapan sekolah atau school kit serta menyiapkan 16 unit ruang belajar sementara. Langkah ini diambil untuk memastikan keberlangsungan pendidikan sembari menunggu perbaikan fasilitas permanen. Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 72 madrasah terdampak gempa, dengan 15 di antaranya mengalami kerusakan terparah dan menjadi prioritas utama penanganan awal.
Kunjungan ke MTsN 2 Manggarai Barat ini juga bertujuan untuk memantau langsung proses pemulihan dan memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif. "Sesuai arahan Presiden Prabowo, semua harus bergerak untuk memperbaiki kondisi bersama. Kemenag juga sudah berkoordinasi dengan Dinas PU terkait fasilitas keagamaan dan pendidikan yang rusak agar bisa segera diperbaiki," jelas Nasaruddin. Ia turut mengapresiasi kinerja jajaran Kementerian Agama di NTT yang proaktif dalam melakukan pendataan kerusakan sejak awal, yang menjadi fondasi penting bagi penanganan yang tepat sasaran.
Kementerian Agama berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait guna memetakan kebutuhan madrasah yang terdampak sekaligus mempercepat pemulihan layanan pendidikan di Flores.
