Ratusan santri di Sidoarjo mengalami insiden keracunan massal, dengan sebanyak 566 santri dan santriwati dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo terdampak setelah menyantap hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan keprihatinan mendalam dan berjanji akan menjatuhkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, insiden ini memicu respons cepat dari Pemprov Jatim.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengungkapkan kekecewaannya, menyatakan bahwa insiden serupa yang terjadi berulang kali sangat memprihatinkan. Dalam rapat konsolidasi dengan tim Satgas MBG Jawa Timur yang turut dihadiri Wakil Gubernur, Adhy menekankan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ini, sebagaimana dilansir oleh internationalmedia.co.id.

Adhy secara khusus menyoroti kelalaian SPPG Kalitengah yang dinilai tidak teliti dalam penyajian makanan, menjadi pemicu utama keracunan massal tersebut. Meskipun pengawasan standar layanan higienis dan sanitasi (SLHS) telah dilakukan, Adhy mengakui adanya celah yang berujung pada insiden fatal ini. Ia berharap Badan Gizi Nasional (BGN) akan segera menindaklanjuti hasil penyelidikan yang sedang dilakukan Satgas MBG Jatim. Proses penyelidikan awal ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara pasti faktor penyebab keracunan sebelum sanksi dijatuhkan.
Lebih lanjut, Satgas MBG Jatim berkomitmen untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh dapur yang terlibat dalam program MBG, terutama yang memiliki riwayat kasus keracunan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap ada ketegasan dalam penanganan kasus ini dan berjanji akan meningkatkan standar pengelolaan dapur MBG agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.
