Internationalmedia.co.id – News – Sidoarjo digegerkan oleh insiden dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan santri. Hingga Rabu (2/9), sebanyak 34 santri dari Pondok Pesantren Manba’ul Hikam di Sidoarjo masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar. Mereka merupakan korban dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi pemicu keracunan. Kondisi para santri dilaporkan terus membaik.
Bupati Sidoarjo, Subandi, yang langsung meninjau kondisi para santri di RSI Siti Hajar pada Rabu (2/9), menyatakan optimisme terhadap pemulihan mereka. "Tinggal 34 santri yang masih dirawat di RSI Siti Hajar. Semua sudah dalam keadaan membaik dan sehat," ungkap Subandi, seperti dikutip Antara. Ia bahkan memperkirakan sebagian besar dari mereka dapat kembali ke kediaman masing-masing pada Kamis pagi.

Sebelumnya, kabar baik datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo, di mana lima santri terakhir yang dirawat telah diperbolehkan pulang pada Rabu sore. Dengan demikian, seluruh pasien kini terpusat di RSI Siti Hajar. Total, insiden dugaan keracunan yang terjadi pada Selasa (1/9) ini awalnya menyebabkan setidaknya 566 santri dari Ponpes Manba’ul Hikam mengalami gejala seperti mual, sakit perut, dan lemas.
Skala kejadian ini ternyata lebih luas. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, pada Rabu dini hari, mengungkapkan bahwa dugaan keracunan tidak hanya terbatas pada Ponpes Manba’ul Hikam, tetapi juga menyebar ke 18 lembaga pendidikan lainnya di wilayah Sidoarjo. Seluruh pihak yang terdampak diketahui mengonsumsi menu makanan yang sama, berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo, pada hari Selasa (1/9).
Menindaklanjuti insiden yang meresahkan ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah tegas. Pada Rabu siang, BGN menerbitkan surat penghentian sementara (suspend) operasional SPPG Tanggulangin Kali Tengah. Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo, menegaskan bahwa investigasi masih berjalan, dengan fokus pada hasil uji laboratorium sampel makanan. Hasil vital ini diperkirakan baru akan rampung dalam waktu paling cepat satu minggu ke depan. Internationalmedia.co.id akan terus memantau perkembangan kasus ini.
