Internationalmedia.co.id – News – Pengemudi truk yang terlibat insiden tragis dengan Kereta Api Malabar rute Bandung-Malang di Klaten akhirnya angkat bicara mengenai keputusannya untuk meninggalkan lokasi kejadian. Ia mengungkapkan alasan di balik tindakannya yang sempat menimbulkan tanda tanya: kondisi ‘mumet’ atau pusing yang luar biasa.
Menurut laporan yang dihimpun Internationalmedia.co.id, pengakuan ini disampaikan Donny Sidik N (33) di sela-sela pemeriksaan intensif di Unit Gakkum Sat Lantas Polresta Klaten, baru-baru ini. Donny, warga Pasekan, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, menjelaskan bahwa ia sempat beristirahat di pos penjaga perlintasan karena merasa pusing hebat pasca-kecelakaan.

Donny menuturkan, "Mumet, saya pamit dengan penjaga, saya tinggalkan KTP dan SIM lalu pulang naik truk dengan teman yang lewat." Ia menambahkan bahwa saat kejadian, ia memang sendirian di dalam truk, namun teman yang menyusul di belakang tidak bisa menolong karena palang pintu sudah tertutup rapat.
Lebih lanjut, Donny mengungkapkan salah satu faktor utama yang memperparah rasa pusingnya adalah kondisi truk yang hancur lebur tersebut masih dalam masa angsuran. "Saya pulang sudah banyak orang, anak istri menangis. Ya sama-sama musibah, mobil masih angsuran juga," ujarnya penuh penyesalan. Pengakuan Donny ini diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai insiden yang terjadi, sekaligus menyoroti tekanan psikologis dan finansial yang dialami oleh para korban kecelakaan.
