Tarif LRT Jakarta Velodrome Manggarai Terungkap Ada Dua Harga
Internationalmedia.co.id – News – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, akhirnya mengumumkan besaran tarif yang akan diberlakukan untuk layanan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jakarta rute Velodrome-Manggarai. Setelah resmi beroperasi, penumpang akan dikenakan tarif flat sebesar Rp 5.000. Namun, keputusan ini tidak bersifat permanen, karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melakukan evaluasi menyeluruh pada bulan Oktober mendatang.

Dalam keterangannya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2026), Pramono menjelaskan bahwa penetapan tarif Rp 5.000 ini akan menjadi acuan awal pasca-peresmian operasional LRT. "Nanti bulan Oktober kita lakukan evaluasi, nanti akan ada perhitungan kembali berapa tarifnya kita sesuaikan setelah ada perhitungan di bulan Oktober," tegasnya, mengindikasikan kemungkinan perubahan tarif di kemudian hari.
Menariknya, sebelum LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai benar-benar diresmikan dan beroperasi penuh, Pemprov DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan pemberlakuan tarif khusus. Tarif sementara sebesar Rp 8 akan diterapkan selama masa pra-operasional, sembari menunggu penyelesaian Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur hal tersebut. "Mengenai sebelum sampai dengan beroperasi secara resmi, kami akan memberlakukan tarif Rp 8 itu kapan adalah segera kami persiapkan Pergubnya," jelas Pramono.
Tarif Rp 8 ini, lanjut Pramono, akan berlaku hingga momen peresmian resmi LRT Jakarta. Begitu peresmian dilakukan, tarif yang akan diberlakukan secara otomatis kembali ke angka Rp 5.000 secara flat, sesuai dengan ketetapan awal untuk operasional penuh.
Pramono menegaskan bahwa angka Rp 5.000 bukanlah tarif final yang akan berlaku selamanya. Komitmen Pemprov DKI untuk melakukan evaluasi pada Oktober mendatang menunjukkan bahwa besaran tarif masih dapat disesuaikan berdasarkan berbagai perhitungan dan pertimbangan lebih lanjut.
Meskipun detail tarif telah diungkap, jadwal pasti kapan LRT Jakarta rute Velodrome-Manggarai akan mulai beroperasi secara komersial masih belum dapat dipastikan. Pramono menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta saat ini masih terus berkoordinasi intensif dengan pemerintah pusat untuk menentukan tanggal operasional yang tepat. "Jadi untuk LRT-nya sendiri kapan beroperasi, tentunya kami sedang melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat," pungkasnya.
