Internationalmedia.co.id – News Sebuah kisah mengharukan tentang seorang bocah laki-laki yang tersesat saat mencari kakaknya di wilayah Parung, Bogor, Jawa Barat, baru-baru ini viral di media sosial. Bocah tersebut ditemukan seorang diri di sebuah masjid sebelum akhirnya diselamatkan oleh seorang sopir angkot yang berhati mulia.
Rekaman video yang beredar luas menunjukkan momen ketika sopir angkot tersebut menemukan bocah itu dan berinisiatif untuk mengantarkannya mencari keluarga. Kejadian ini berlangsung pada Minggu pagi akhir pekan lalu, sebagaimana dikonfirmasi oleh Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah.

Beruntung, malam harinya bocah tersebut sudah kembali berkumpul dengan keluarganya. Kompol Maman Firmansyah menjelaskan bahwa kediaman sopir angkot yang menemukan bocah itu tidak jauh dari rumah sang anak. "Sudah pulang dibawa sama sopir (angkot) ke rumahnya, setelah itu diantar," ujar Maman, memastikan bahwa proses pengembalian berjalan lancar.
Pihak keluarga, khususnya orang tua bocah, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu mengantarkan putra mereka pulang. Mereka menjelaskan bahwa sang anak berniat menyusul kakaknya yang merupakan penyandang autisme. "Alhamdulillah anaknya sudah sampai ke rumah dalam keadaan sehat. Dia itu mah nyusulin kakaknya yang autis itu, biasanya keluar di ruko depan," tutur orang tua bocah tersebut kepada pihak kepolisian.
Namun, saat mencari sang kakak, bocah itu tidak berhasil menemukannya dan diduga kehilangan arah jalan pulang. Ia kemudian nekat menaiki angkot, mungkin dengan harapan bisa menemukan kakaknya atau jalan kembali ke rumah. "Karena dia nggak ngerti mungkin nggak ketemu. Terus dia pulang mungkin naik angkot nyariin kakaknya, karena dekat sama kakaknya setiap hari," terang sumber dari kepolisian, menggambarkan kebingungan sang bocah.
Ironisnya, sang kakak ternyata sudah pulang ke rumah. Sementara adiknya, yang menaiki angkot ke arah Parung, justru turun di area Kampung Sawah, sebuah lokasi yang berbeda gang dari kediaman mereka. Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama mereka yang memiliki kebutuhan khusus atau rentan tersesat, serta kebaikan hati masyarakat yang siap menolong.
