Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), menyoroti potensi besar sektor bisnis salon dan spa sebagai motor penggerak ekonomi nasional. Pernyataan ini disampaikan Bamsoet saat menghadiri acara selamatan dan pembukaan perdana (soft opening) Sang Dewi Salon & Spa di kawasan Jalan Hang Lekiu, Kebayoran, Jakarta Selatan. Menurutnya, industri perawatan diri dan kebugaran kini telah menjadi kebutuhan esensial masyarakat modern, membuka gerbang lebar bagi lahirnya wirausaha baru, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bamsoet secara tegas menyatakan dukungannya terhadap kehadiran Sang Dewi Salon & Spa. "Pembukaan usaha seperti ini tidak hanya memperkaya pilihan layanan kecantikan dan perawatan diri bagi warga Jakarta, tetapi juga secara langsung menciptakan ruang usaha dan lapangan pekerjaan baru," ujarnya, seraya berharap Sang Dewi dapat berkembang menjadi salah satu pusat kecantikan terkemuka yang profesional dan terpercaya.

Bamsoet, yang juga dikenal sebagai Ketua DPR RI ke-20, memaparkan data mengejutkan mengenai laju pertumbuhan industri kecantikan Tanah Air. Menurut catatan Kementerian Perindustrian yang dikutipnya, jumlah pelaku industri kosmetik domestik melonjak dari 1.292 pada tahun 2024 menjadi lebih dari 1.500 industri pada akhir tahun 2025. Mayoritas, sekitar 90 persen, didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM). Tak hanya itu, nilai ekspor produk kosmetik juga menunjukkan tren positif, naik dari sekitar US$417 juta pada 2024 menjadi US$473,8 juta pada 2025. Angka-angka ini, menurut Bamsoet, adalah bukti nyata bahwa permintaan akan layanan dan produk kecantikan terus meroket, baik di pasar domestik maupun global.
Namun, Bamsoet mengingatkan bahwa pertumbuhan pesat ini harus diimbangi dengan peningkatan kualitas. "Industri kecantikan bukan sekadar menjual penampilan. Di dalamnya terkandung aspek standar keamanan yang ketat, kompetensi tenaga kerja yang mumpuni, kebersihan, kenyamanan, penggunaan produk yang tepat, serta kepatuhan terhadap regulasi," tegasnya. Ia menambahkan, konsumen saat ini semakin cerdas dan memiliki banyak pilihan, sehingga hanya penyedia layanan yang konsisten dan terpercaya yang akan memenangkan hati mereka.
Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyoroti efek domino ekonomi yang dihasilkan oleh industri kecantikan. Berkembangnya bisnis salon dan spa secara otomatis membuka ribuan lapangan kerja, mulai dari hair stylist, beautician, terapis spa, tenaga administrasi, spesialis pemasaran, hingga berbagai pekerja pendukung lainnya. Tak hanya itu, peluang kemitraan juga membentang luas, menghubungkan bisnis ini dengan produsen kosmetik lokal, pemasok produk perawatan, pelaku UMKM, bahkan hingga kreator konten yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari promosi.
"Setiap roda usaha yang berputar akan menciptakan kebutuhan akan tenaga kerja, pemasok, dan berbagai jasa penunjang," pungkas Bamsoet. Ia optimis, jika dikelola dengan strategi yang tepat, bisnis kecantikan dapat menjadi model ideal bagaimana sektor jasa dan industri kreatif dapat bersinergi kuat dalam menciptakan nilai ekonomi yang signifikan. Mengingat dominasi IKM dalam industri kosmetik, ruang bagi munculnya wirausaha baru di sektor ini masih sangat terbuka lebar, menjanjikan masa depan cerah bagi perekonomian Indonesia.
