Internationalmedia.co.id – News – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengumumkan bahwa total bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai angka impresif 1.624,32 ton dan berhasil disalurkan. Bantuan masif ini merupakan akumulasi dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga sektor swasta.
Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube BNPB pada Senin lalu, Suharyanto menjelaskan bahwa seluruh bantuan seberat 1.624,32 ton tersebut saat ini terpusat di posko Labuan Bajo. Dari titik ini, logistik kemudian didistribusikan secara merata ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Manggarai, Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Ngada.

Sementara itu, data terpisah menunjukkan bahwa bantuan yang tiba melalui posko nasional di Bandara Halim Perdanakusuma tercatat sebanyak 1.225 ton. Suharyanto menyebutkan bahwa jumlah ini merupakan bagian dari total keseluruhan bantuan yang masuk ke Flores, dengan rincian 869 ton dialokasikan untuk wilayah Flores secara umum dan 356 ton khusus untuk Maumere.
Suharyanto menambahkan, selain jalur distribusi melalui Bandara Halim, terdapat pula bantuan signifikan yang datang langsung ke daratan Flores. Bantuan ini berasal dari berbagai sumber, baik pemerintah, swasta, perorangan, maupun organisasi lain, yang memilih untuk tidak melalui posko nasional. Penyaluran langsung ini diizinkan, sehingga data total bantuan yang masuk ke NTT menjadi lebih komprehensif dari yang tercatat di posko Halim saja.
Untuk memastikan bantuan cepat sampai ke tangan masyarakat, BNPB juga mendirikan beberapa titik posko di lapangan. Salah satunya adalah Posko Aju-2 di Maumere, yang mencatat penerimaan logistik sebesar 375,9 ton dan telah menyalurkan 258,5 ton. Suharyanto menekankan pentingnya menjaga stok penyangga (buffer stock) di gudang-gudang seperti di Maumere dan Labuan Bajo, namun dengan prosedur standar (protap) agar tidak menahan bantuan terlalu lama dan segera mendistribusikannya kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini menunjukkan komitmen BNPB dalam memastikan efisiensi penyaluran bantuan pasca-bencana.
