Internationalmedia.co.id – News – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, baru-baru ini memberikan kepastian yang menenangkan bagi para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menjamin bahwa stok pangan untuk wilayah terdampak bencana berada dalam kondisi sangat aman dan siap untuk segera didistribusikan.
Zulhas menjelaskan, proses penyaluran bantuan pangan akan dilakukan secara merata dalam kurun waktu 1 hingga 2 hari ke depan, khususnya untuk wilayah-wilayah yang mudah dijangkau. "Kami menjamin, soal pangan di NTT aman. Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah bergerak cepat," ujar Zulhas kepada wartawan akhir pekan lalu. Ia menambahkan, kendala utama hanyalah waktu pengiriman, namun ia optimis semua akan terdistribusi kecuali untuk daerah yang benar-benar tidak memungkinkan dijangkau.

Ia menegaskan bahwa pasokan bahan pokok di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan bantuan, sangat melimpah. "Pangan kita aman, tidak usah khawatir. Beras banyak, telur banyak, ayam banyak, ikan banyak, gula banyak. Makanan kita cukup, bahkan lebih dari cukup," lanjutnya, memberikan ketenangan kepada masyarakat.
Meski demikian, Zulhas tidak menampik adanya tantangan dalam penyaluran bantuan di daerah bencana. Akses yang terganggu seringkali menjadi penghambat utama, membuat distribusi memerlukan waktu dan upaya ekstra. "Memang kalau bencana itu darurat dulu. Jangankan yang lain, distribusi makan saja tidak gampang, karena untuk mencapai satu lokasi itu tidak mudah. Kita jangan bayangkan seperti di sini yang gampang," jelasnya.
Ia mencontohkan pengalaman di Aceh atau Sumatera Utara yang menunjukkan betapa sulitnya menjangkau daerah pegunungan. Oleh karena itu, penanganan bencana akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari kebutuhan darurat, dilanjutkan dengan hunian sementara, hingga pembangunan rumah permanen. "Pemerintah akan selesaikan, soal waktu saja yang tidak mudah," imbuhnya.
Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian, Ketua Umum PAN tersebut juga telah menginstruksikan seluruh kader PAN, mulai dari menteri, anggota DPR RI, hingga anggota DPRD, untuk memotong gaji satu bulan. Dana hasil pemotongan gaji ini akan dialokasikan untuk membantu korban gempa di NTT serta korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
