Sebuah kabar yang sempat menggemparkan jagat maya terkait mahasiswi baru Universitas Padjadjaran (Unpad), Keisha, yang disebut-sebut mengalami tekanan emosional setelah berinteraksi dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dalam acara Penerimaan Raya Mahasiswa Baru (Prabu) 2026, kini menemukan kejelasan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, baik pihak Rektorat Unpad maupun Dedi Mulyadi sendiri telah secara tegas membantah narasi negatif yang beredar, memberikan perspektif yang berbeda dari spekulasi publik.
Keisha, seorang mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Administrasi Pemerintahan Unpad dari Leles, Garut, menjadi sorotan setelah video interaksinya dengan KDM dalam Prabu Unpad awal Agustus 2026 tersebar luas. Dalam momen tersebut, Keisha berbagi kisah perjuangannya berkuliah di tengah keterbatasan ekonomi, di mana ibunya menjadi tulang punggung keluarga setelah orang tuanya berpisah. Sayangnya, potongan video ini memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menilai pertanyaan dan candaan KDM terkait latar belakang keluarga dan pilihan jurusan Keisha kurang sensitif, menimbulkan dugaan bahwa Keisha merasa tertekan, malu, bahkan sempat disebut berniat mengakhiri studinya.

Klarifikasi Tegas dari Rektor Unpad
Menanggapi gelombang spekulasi, Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dengan tegas membantah kabar yang menyebut Keisha berhenti kuliah akibat tekanan. "Kuliahnya sih baik-baik saja. Dia enggak ada apa-apa," ujar Arief di Rektorat Unpad pada Kamis (20/8), menegaskan bahwa kondisi di lapangan jauh berbeda dari narasi yang beredar. Ia juga menyerukan agar publik tidak lagi memperkeruh suasana demi menjaga kenyamanan dan fokus studi mahasiswi tersebut.
Bantahan dan Komitmen Dedi Mulyadi
Senada dengan Rektorat, Dedi Mulyadi pun angkat bicara melalui akun Instagram resminya, @dedimulyadi71. Ia dengan lugas menyatakan bahwa narasi yang menuduh ucapannya menyakiti hati Keisha hingga membuatnya sakit atau malas kuliah adalah hoaks belaka. "Saya ingin menyampaikan ya, bahwa berita, informasi, narasi yang mengatakan Keisha, mahasiswa Unpad jurusan ilmu pemerintahan yang bertemu dengan saya pada saat maba dan melakukan oversharing dalam keadaan sakit, malas kuliah gara-gara ucapan saya yang dianggap merendahkan jurusan yang dia tekuni, itu adalah berita yang tidak benar," tegas KDM pada Kamis (20/8).
Lebih lanjut, KDM menegaskan komitmennya untuk membiayai studi Keisha tetap berjalan. Bahkan, ia mengungkapkan bahwa biaya kuliah untuk delapan semester telah diselesaikan sepenuhnya. "Uang kuliahnya kan enggak mungkin dicabut karena sudah dibayarin untuk 5 semester, bahkan sudah saya genapkan menjadi 8 semester. Sehingga dia biaya kuliahnya sudah selesai," jelasnya, menanggapi candaan Keisha yang sempat khawatir uang kuliahnya dicabut jika ia jatuh cinta.
KDM juga mengungkapkan bahwa ia telah menjalin komunikasi langsung dengan Keisha. Dalam percakapan tersebut, Keisha menitipkan pesan penting kepada publik: agar warganet berhenti menyebarkan potongan video pribadinya. "Mohon pada warganet, sahabat-sahabatku, saudaraku, untuk tidak lagi meng-upload ulang karena dia mungkin pada waktu itu terlalu polos untuk bercerita kondisi pribadinya," imbuh KDM, menekankan pentingnya menghormati privasi Keisha.
