Pemandangan memprihatinkan kembali menyelimuti Kali Bekasi. Busa tebal menutupi permukaan air yang menghitam pekat, disertai bau tak sedap yang menyengat. Menyikapi kondisi darurat lingkungan ini, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) tak tinggal diam. Mereka langsung menyegel empat usaha jasa penatu atau laundry di wilayah hulu, Kabupaten Bogor, yang diduga kuat menjadi penyebab utama pencemaran. Internationalmedia.co.id – News mencatat, insiden ini menambah daftar panjang kasus pencemaran yang menimpa salah satu sungai vital di Jawa Barat tersebut.
Rekaman video yang viral di berbagai platform media sosial, seperti yang dilihat internationalmedia.co.id baru-baru ini, secara gamblang memperlihatkan hamparan busa putih yang mengapung di atas air Kali Bekasi. Tak hanya itu, warna air di sepanjang aliran sungai yang melintasi Kota Bekasi ini berubah menjadi hitam kelam. Laporan warga sekitar juga menguatkan dugaan pencemaran, dengan keluhan bau tak sedap yang menyeruak dari air kali. Ironisnya, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi, menandakan masalah kronis yang terus menghantui Kali Bekasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa penanganan serius terhadap pencemaran Kali Bekasi ini telah diambil alih oleh pemerintah pusat melalui KLH, bekerja sama dengan pemerintah daerah terkait. "Saat ini penanganan pencemaran Kali Bekasi dilakukan oleh KLH melibatkan DLH Kab Bogor, DLH Kota Bekasi, DLH Prov Jabar," ujarnya kepada internationalmedia.co.id pada Kamis (20/8). KLH sendiri telah mengambil langkah tegas dengan menyegel empat perusahaan jasa laundry yang beroperasi di Kabupaten Bogor pada Selasa (18/8) lalu. Keempatnya diduga kuat membuang limbah cair langsung ke aliran sungai di wilayah hulu Kali Bekasi.
Dampak pencemaran ini juga dirasakan langsung oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Bekasi, Tirta Patriot. Melalui akun Instagram resminya @tirtapatriot, mereka mengunggah kondisi air Kali Bekasi yang memprihatinkan. "Sehubungan dengan kondisi Air Baku dari Kali Bekasi mengalami Penurunan Kualitas Baku Mutu, sehingga berdampak pada Produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Teluk Buyung, dan suplai air bersih kepada pelanggan Perumda Tirta Patriot menjadi tidak maksimal," demikian pernyataan Tirta Patriot, mengindikasikan gangguan serius pada layanan air bersih bagi ribuan pelanggan.
Tak berhenti pada penyegelan, KLH menegaskan akan terus mendalami kasus ini. Hingga Jumat (21/8) besok, tim pengawas KLH akan melakukan pemantauan lebih intensif terhadap keempat perusahaan laundry yang disegel. Kiswatiningsih menambahkan, "Hari ini tim PPKL KLH didampingi PPLH DLH Kota Bekasi dan Tim Katak turun untuk penyusuran kembali. Sedang dilakukan penelusuran kembali hari ini." Tidak tertutup kemungkinan, investigasi akan melebar untuk menemukan pihak-pihak lain yang turut berkontribusi terhadap pencemaran aliran air ini. Sebelumnya, Tim Pengawas KLH telah melakukan pengumpulan data dan informasi (puldasi) serta pengambilan sampel air limbah pada upstream dan downstream Sungai Cileungsi, serta outfall keempat perusahaan tersebut pada Rabu-Sabtu (12-15/8) lalu, sebagai bagian dari upaya pengungkapan fakta di balik krisis lingkungan ini.
