Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, Minggu (16/8/2026) – Sebuah kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan Islam. Tiga siswa madrasah berhasil menembus seleksi ketat dan terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat tahun 2026. Mereka akan mengemban tugas mulia mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Merdeka, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Prestasi ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa madrasah mampu mencetak generasi berprestasi di berbagai bidang.
Ketiga pelajar yang berhasil mengharumkan nama madrasah dan daerahnya masing-masing adalah Rizqy Aditya Siregar dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Siak, Riau; Adzra Khairy Fadian dari MAN 1 Kota Serang, Banten; serta Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau, Sumatera Selatan. Mereka telah melewati serangkaian tahapan seleksi berjenjang yang sangat kompetitif hingga akhirnya dipercaya untuk mengemban amanah nasional ini.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Dalam keterangan tertulisnya, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian ketiga siswa tersebut. "Ini membuktikan anak-anak madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu keagamaan, tetapi juga memiliki kedisiplinan, fisik yang tangguh, serta nasionalisme tinggi untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Selamat bertugas, jadilah teladan bagi generasi muda," tegas Nasaruddin. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kerendahan hati dan menjadikan tugas ini sebagai sarana menempa karakter kepemimpinan, integritas, serta semangat moderasi beragama yang telah mereka peroleh dari madrasah.
Senada dengan Menteri Agama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, turut menyampaikan pujian. Menurutnya, keberhasilan ketiga siswa ini adalah indikator kuat bahwa pembinaan karakter, semangat kebangsaan, dan kepemimpinan di lingkungan madrasah berjalan sangat efektif. "Apresiasi untuk para siswa yang telah berjuang hingga bisa terpilih sebagai Paskibraka tingkat nasional. Apresiasi juga saya sampaikan pada orang tua, pembina, serta kepala madrasah yang terus memberikan pendampingan," ujar Amien. Ia berharap, prestasi ini akan memicu semangat seluruh madrasah di Indonesia untuk terus menghasilkan generasi yang kompetitif, berkarakter, dan berjiwa Merah Putih.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menambahkan bahwa proses panjang yang dilalui para siswa untuk mencapai Paskibraka tingkat pusat memiliki nilai krusial dalam pembentukan karakter generasi muda. "Kami bangga tiga siswa madrasah dapat menjadi bagian dari Paskibraka tingkat pusat. Mereka membawa nama madrasah sekaligus daerah masing-masing dalam momentum penting bagi bangsa Indonesia," kata Kamaruddin. Ia menekankan bahwa menjadi Paskibraka bukan sekadar mengibarkan bendera, melainkan sebuah proses holistik untuk membangun disiplin, kepemimpinan, tanggung jawab, dan kecintaan mendalam terhadap Indonesia.
Masing-masing dari ketiga Paskibraka ini memiliki kisah inspiratifnya sendiri. Rizqy Aditya Siregar, misalnya, menorehkan sejarah sebagai wakil pertama dari MAN Insan Cendekia Siak yang berhasil menembus Paskibraka tingkat pusat. Perjalanannya dimulai dari seleksi ketat di Provinsi Riau yang menguji berbagai aspek, mulai dari kesehatan, kesamaptaan jasmani, wawasan kebangsaan, psikologi, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, kepemimpinan, hingga kedisiplinan.
Sementara itu, Adzra Khairy Fadian, siswi kelas XI MAN 1 Kota Serang, Banten, terpilih berkat ketertarikannya yang kuat pada kegiatan baris-berbaris dan kedisiplinan. Proses seleksi yang dihadapinya menjadi ajang untuk mengasah kesiapan fisik, mental, serta wawasan kebangsaan sebelum akhirnya terpilih mewakili Banten di kancah nasional.
Dari Sumatera Selatan, Khalyana Zahira Sandi dari MAN 1 Lubuklinggau menunjukkan bahwa prestasi bisa diraih melalui beragam minat. Selain aktif dalam ekstrakurikuler Paskibra yang melatih kedisiplinan, Khalyana juga terlibat dalam Tim Jurnalistik Laskar Madrasah dan Improv Art Community, membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki bakat multidimensional.
Capaian Rizqy, Adzra, dan Khalyana ini bukan hanya kebanggaan pribadi atau madrasah, melainkan potret keberagaman talenta siswa madrasah di seluruh Indonesia. Dari tiga daerah berbeda, mereka bersatu dalam satu amanah, menjadi bagian dari generasi muda yang membawa semangat kebangsaan dan integritas, siap menjadi pilar utama dalam membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, berdaya saing, dan berakhlak mulia.
