Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan segera memulai pembahasan terbatas mengenai revisi Undang-Undang Pemilu. Kepastian ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang juga menegaskan keterlibatan PDI Perjuangan (PDIP) dalam proses krusial tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, langkah ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai dinamika politik menjelang tahapan penting pemilihan umum.
Dasco menjelaskan, kesepakatan untuk memulai pembahasan terbatas RUU Pemilu telah dicapai bersama para ketua fraksi di DPR. "Kita akan mulai melakukan pembahasan secara terbatas," ujar Dasco saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8).

Percepatan pembahasan ini bukan tanpa alasan. Dasco mengungkapkan, DPR perlu bergerak cepat mengingat kemungkinan pembentukan panitia seleksi (pansel) anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Oktober mendatang. "Kami akan melakukan proses-proses awal dari pembentukan atau revisi Undang-Undang Pemilu sebelum tahapan itu dimulai," tegasnya.
Selain itu, DPR juga berencana untuk segera menyerap aspirasi dari partai-partai non-parlemen. Kunjungan yang sebelumnya tertunda akibat padatnya agenda, kini dijadwalkan akan mulai dilaksanakan pada pekan depan. "Kemarin karena beberapa kesibukan, kunjungan untuk menyerap aspirasi dari partai-partai non-parlemen itu belum sempat dilakukan. Nah, sehingga di minggu depan itu akan mulai dilakukan," imbuh Dasco.
Untuk mematangkan agenda ini, Dasco menginformasikan bahwa rapat pimpinan (rapim) dan Badan Musyawarah (Bamus) DPR akan digelar pada Selasa (18/8) mendatang. Pertemuan ini akan menjadi forum untuk membahas lebih lanjut detail dan jadwal pembahasan revisi UU Pemilu.
Dasco juga memberikan jaminan bahwa tidak ada satu pun fraksi atau partai yang akan ditinggalkan dalam proses pembahasan krusial ini. Ia secara khusus menyoroti posisi PDIP, fraksi terbesar di parlemen, yang dipastikan akan dilibatkan secara penuh. "Pembahasan di DPR ini transparan dan terbuka. Tentunya kami akan mengajak semua pihak, apalagi PDI Perjuangan yang merupakan fraksi terbesar," pungkasnya, menekankan komitmen DPR terhadap inklusivitas.
