Sebuah insiden kebakaran hebat melanda sebuah rumah di Blok Pahing, Desa Karangsuwung, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon, baru-baru ini. Diduga kuat, api berasal dari korsleting listrik pada pengisi daya telepon seluler (charger HP) yang ditinggalkan terpasang. Dilansir Internationalmedia.co.id – News, peristiwa nahas ini terjadi saat penghuni rumah sedang tidak berada di lokasi.
Rumah yang diketahui milik Moh Toha dan dihuni oleh putranya, Guntur Fujiana beserta keluarganya, mendadak menjadi sasaran amukan si jago merah. Kobaran api pertama kali terdeteksi oleh warga sekitar yang melihat kepulan asap tebal dan lidah api membumbung dari dalam bangunan. Saat kejadian, Guntur dan seluruh anggota keluarganya memang sedang tidak berada di rumah, meninggalkan properti dalam keadaan kosong. Warga yang panik segera berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, intensitas api yang cepat membesar membuat usaha mereka tidak membuahkan hasil maksimal.

Kepala Bidang Kedaruratan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 07.54 WIB. Tim pemadam kebakaran segera meluncur ke lokasi kejadian dan langsung menggelar selang untuk melakukan penyemprotan intensif ke titik api. Dugaan awal mengarah pada korsleting instalasi listrik pada colokan yang digunakan untuk mengisi daya telepon seluler atau charger HP. Api yang muncul kemudian dengan cepat menyambar kasur pegas (springbed) dan dipan yang berada di dalam kamar, sebelum akhirnya merembet ke bagian lain rumah.
"Api diduga berasal dari korsleting listrik dari colokan charger HP yang berada di kamar. Kemudian api menyambar springbed dan dipan hingga merembet ke bagian lainnya," terang Eno Sujana. Insiden ini menjadi pengingat penting akan bahaya korsleting listrik, terutama dari perangkat elektronik seperti charger HP yang seringkali luput dari perhatian saat ditinggalkan.
