Internationalmedia.co.id – News – Jakarta, Sebuah kisah pilu menyelimuti kepergian Andriyono (37), seorang petugas pemadam kebakaran (damkar) dari Jakarta Timur, yang gugur saat menjalankan tugas mulianya memadamkan api di tempat pembuangan sementara (TPS) liar Kramat Jati. Kepergian sang pahlawan ini menyisakan duka mendalam, terutama bagi sang istri, Linda (43), yang mengenang suaminya sebagai sosok pendiam namun memiliki hati yang istimewa di mata keluarga kecilnya.
"Bagi banyak orang, Andriyono mungkin tampak sebagai pribadi yang pendiam. Namun, di mata saya dan kedua putri kami, sosoknya adalah seorang ayah yang luar biasa istimewa," kenang Linda saat ditemui Internationalmedia.co.id di kediamannya di Ciracas, Jakarta Timur, baru-baru ini.

Linda menuturkan, suaminya tak pernah sekalipun mengeluh tentang beratnya tanggung jawab sebagai seorang pemadam. Justru, Andri seringkali berbagi tentang pentingnya peran damkar dalam mencegah meluasnya insiden kebakaran. Slogan ‘Pantang Pulang Sebelum Padam’ bukan sekadar moto bagi Andri, melainkan prinsip hidup yang ia junjung tinggi dalam setiap tugasnya. Dedikasinya terhadap pekerjaan begitu tinggi, menjadi cerminan nyata dari semangat pengabdiannya.
Di balik kesiapsiagaannya yang tak kenal waktu dalam bertugas, Andri adalah ayah yang sangat dekat dengan kedua putrinya. Linda menceritakan, saat ia bekerja, Andriyono lah yang selalu menemani anak-anak di rumah, sering bercanda, dan menghabiskan waktu berkualitas bersama. "Dia pulang kerja, ya dia nemenin anak-anak. Saya pulang, baru dia pergi main," ujar Linda, menambahkan bahwa catur adalah salah satu hobi yang kerap ia nikmati.
Andri juga menyimpan harapan besar untuk masa depan anak-anaknya. Ia sangat berharap putri sulungnya, Aisyah, kelak bisa menjadi seorang dokter. Sementara untuk putri keduanya, Alya, Andri memberikan kebebasan penuh untuk menentukan pilihan kariernya, bahkan jika itu adalah menjadi seorang pengusaha. Impian-impian ini kini menjadi warisan berharga yang ditinggalkan sang ayah.
Insiden nahas yang merenggut nyawa Andriyono terjadi pada Sabtu (1/3) lalu, saat ia berjuang memadamkan api di TPS liar Kramat Jati. Di tengah proses pemadaman yang intens, ia sempat jatuh tak sadarkan diri. Pertolongan pertama segera diberikan oleh rekan-rekan petugas di lokasi sebelum akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Namun, takdir berkata lain, Andriyono mengembuskan napas terakhirnya di sana, meninggalkan jejak kepahlawanan yang tak akan terlupakan.
