Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Senin malam (3/8/2026) memicu banjir signifikan di Jalan Raya Kapten Yusuf, sebuah arteri vital yang memisahkan Kota dan Kabupaten Bogor. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, genangan air yang deras ini sontak melumpuhkan arus lalu lintas, memaksa banyak pengendara untuk menghentikan laju kendaraan mereka.
Rekaman visual yang beredar luas menunjukkan kondisi jalanan yang berubah layaknya sungai, dengan aliran air yang cukup deras. Pemandangan ini membuat sejumlah pengemudi mobil dan sepeda motor yang tengah melintas tak punya pilihan selain menepi dan menghentikan perjalanan mereka. Situasi ini diperparah dengan kemacetan panjang yang tak terhindarkan, bahkan ada narasi yang menyebutkan beberapa pengendara sempat terjebak karena dianggap terlalu berbahaya untuk menerobos genangan.

Menurut penuturan Sidik Permana, seorang warga setempat yang diwawancarai oleh internationalmedia.co.id, titik banjir ini memang sudah menjadi ‘langganan’ setiap kali hujan deras mengguyur. "Kejadiannya tadi pas hujan gede, langsung banjir gitu. Sudah langganan sih di situ, kalau hujan deras, mau lama mau sebentar pasti banjir," ungkap Sidik. Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa lokasi persisnya berada di perbatasan administratif antara Kota dan Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Bogor Selatan (area Cikaret) dan Ciomas.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, saat dimintai konfirmasi mengenai genangan di Cikaret, menyatakan bahwa laporan banjir di Cikaret belum ada, dan kemungkinan hanya merupakan ‘banjir lintasan’ di daerah tersebut. Meskipun demikian, dampak kemacetan dan bahaya yang ditimbulkan oleh genangan air deras di Jalan Raya Kapten Yusuf menjadi perhatian utama bagi warga dan pengendara yang melintas.
