Internationalmedia.co.id – News, Jakarta – Ibu kota Indonesia, Jakarta, akan menjadi tuan rumah kunjungan kenegaraan penting pada awal Agustus 2026. Perdana Menteri Kerajaan Thailand, Yang Mulia Anutin Charnvirakul, dijadwalkan tiba untuk agenda dua hari, Senin dan Selasa, 3-4 Agustus. Kedatangan tamu negara ini mendorong Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas sementara di sejumlah ruas jalan protokol guna memastikan kelancaran dan keamanan rombongan. Informasi ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi TMC Polda Metro pada Senin, 3 Juli 2026.
Menurut keterangan dari TMC Polda Metro, petugas kepolisian akan dikerahkan untuk melakukan pengawalan ketat dan pengaturan arus lalu lintas di jalur-jalur yang akan dilalui oleh rombongan PM Thailand. Langkah ini diambil tidak hanya untuk menjamin kelancaran seluruh rangkaian acara kenegaraan, tetapi juga sebagai wujud penghormatan terhadap tamu penting dari negara sahabat.

Sejumlah ruas jalan utama di Jakarta diprediksi akan merasakan dampak dari pengaturan lalu lintas ini. Daftar jalan yang berpotensi mengalami penyesuaian arus meliputi Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Trunojoyo.
Pihak kepolisian menekankan bahwa rekayasa lalu lintas yang diterapkan bersifat situasional dan sementara. Artinya, penutupan atau pengalihan arus hanya akan dilakukan pada saat iring-iringan kendaraan tamu kenegaraan melintas. Begitu rombongan telah melewati suatu titik, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut akan segera dinormalkan kembali untuk meminimalisir gangguan bagi masyarakat.
Mengingat potensi adanya penyesuaian arus, masyarakat pengguna jalan yang berencana melintasi ruas-ruas jalan tersebut pada tanggal 3-4 Agustus 2026 diimbau untuk mengantisipasi waktu perjalanan mereka. Disarankan juga untuk mempertimbangkan penggunaan jalur-jalur alternatif atau memanfaatkan aplikasi peta digital untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time demi menghindari kepadatan yang mungkin terjadi selama proses pengawalan berlangsung.
