Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengambil langkah maju dalam pengelolaan sampah dengan mempersiapkan pembangunan fasilitas Refuse-Derived Plant (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah hingga 1.000 ton sampah setiap hari, menandai era baru dalam penanganan limbah kota. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, inisiatif ini menjadi bagian dari upaya komprehensif Depok mengatasi masalah sampah yang kian menumpuk.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menjelaskan bahwa pembangunan RDF plant merupakan bagian integral dari strategi pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. "Jadi yang sedang kami lakukan, ada upaya dari hulu sampai ke hilir. Nah untuk di hilir, kami memang saat ini sedang berupaya membangun pengolahan sampah dengan mekanisme biologis, yaitu RDF plant di Cipayung ini sendiri, dengan kapasitas 500 sampai 1.000 ton per hari," ujar Chandra kepada awak media di TPA Cipayung pada Jumat lalu.

Chandra juga menegaskan bahwa TPA Cipayung secara administratif tidak lagi menerima praktik pembuangan terbuka atau open dumping. "Secara administratif sebenarnya TPA ini sudah ditutup ya (untuk open dumping), sudah ada plang dari Kementerian Lingkungan Hidup," katanya. Meskipun demikian, secara teknis, Pemkot Depok masih diberikan waktu untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern di lokasi tersebut.
Terkait progres pembangunan RDF, Pemkot Depok telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan pihak ketiga. Tahap selanjutnya adalah pembahasan mendalam untuk merumuskan perjanjian kerja sama yang lebih rinci. "Saat ini kita sudah MoU dengan pihak ketiga dan saat ini sudah mau proses pembahasan untuk perjanjian kerja sama," tambah Chandra, menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam merealisasikan proyek vital ini.
Inisiatif pengelolaan sampah yang ambisius ini muncul tak lama setelah insiden kebakaran yang melanda TPA Cipayung. Kebakaran terjadi pada Kamis (16/7) sekitar pukul 19.30 WIB, memicu kekhawatiran publik akan kondisi TPA yang sudah melebihi kapasitas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Depok, Reni Siti, mengungkapkan bahwa titik api berasal dari timbunan sampah di bagian bawah. "Kejadiannya kalau tadi menurut informasi jam 19.30 WIB, ya. Dari bawah kayaknya (titik api)," jelas Reni kepada wartawan pada Kamis (16/7) malam. Beruntung, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.52 WIB di hari yang sama. Meskipun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap investigasi. Reni menambahkan, "Penyebabnya itu nanti masih kita perlu investigasi dulu ya. Karena kan memang di sini kita sebetulnya ada patroli juga. Nah, jadi kita bisa antisipasi, bisa segera kita lokalisir ya, jadi tidak menyebar."
