Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara tegas mendesak pengusutan tuntas kasus kematian dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha. Dokter muda ini ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri, diduga kuat setelah mengalami depresi akibat intimidasi dari tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU). Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Laka Lena menegaskan, "Siapa pun yang terlibat dalam kasus ini harus bertanggung jawab," seperti dilansir internationalmedia.co.id akhir pekan lalu.
Dokter Icha mengakhiri hidupnya setelah disebut-sebut mendapat tekanan dari tiga wakil rakyat TTU. Mereka adalah Veronika Lake dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Norbertus Bani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Thrensius Lazakar dari Partai Golongan Karya (Golkar). Dugaan intimidasi ini menjadi fokus utama dalam penyelidikan kematian tragis sang dokter.

Laka Lena mengungkapkan bahwa ia telah mengikuti pernyataan Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, yang memastikan bahwa kasus kematian Dokter Icha sedang dalam proses penyelidikan. Sejalan dengan itu, ia meminta agar proses hukum berjalan transparan dan sesuai prosedur, sehingga kebenaran dapat terungkap secara terang benderang. Gubernur juga berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus ini demi keadilan.
Lebih lanjut, Laka Lena tidak menutup kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat selain ketiga anggota DPRD TTU tersebut. Penyidik diharapkan akan mendalami semua keterangan saksi untuk mengungkap seluruh jaringan keterlibatan. Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan bagi tenaga medis dan kesehatan. "Undang-Undang Kesehatan sudah jelas memberikan perlindungan kepada tenaga medis dan nakes. Jika mereka bekerja sesuai SOP, mereka tidak boleh diintimidasi ataupun mengalami kekerasan. Siapa pun yang melakukan hal tersebut dapat dikenai sanksi pidana," tegas Laka Lena, mengutip ketentuan hukum yang berlaku.
