Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengerikan menggemparkan warga Koja, Jakarta Utara, ketika seorang ibu dan anaknya yang masih balita menjadi korban lemparan bom molotov pada Senin pagi. Peristiwa yang terekam CCTV dan viral di media sosial ini mengungkap fakta mengejutkan: mereka adalah korban salah sasaran dari aksi teror yang dilatarbelakangi dendam asmara.
Rekaman CCTV menunjukkan momen menegangkan saat korban, mengendarai sepeda motor dengan anaknya, melintas di sebuah gang sempit di Jalan Mandiri II. Beberapa pria terlihat duduk-duduk di pinggir jalan. Tak lama setelah korban lewat, sebuah molotov dilemparkan, mengenai bagian depan motor dan memicu api.

Kepanikan langsung melanda. Ibu tersebut berteriak histeris dan terjatuh bersama anaknya setelah menabrak pintu. Warga sekitar dengan sigap bereaksi; beberapa mengejar pelaku, bahkan ada yang mengambil senjata tajam, sementara sebagian lainnya bergegas menolong korban, menyiramkan air untuk memadamkan api yang berkobar.
Korban Bukan Target Utama
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto mengonfirmasi bahwa ibu dan anak tersebut tidak memiliki kaitan dengan motif pelaku. "Bukan melempar ibu-ibu, ibu itu tidak sengaja lewat," jelas Kompol Andry kepada wartawan pada Selasa (23/6). Molotov yang seharusnya ditujukan ke target lain justru mengenai motor korban yang kebetulan melintas. Lemparan itu jatuh di jalan dan terbakar, menyebabkan korban kaget dan terjatuh.
Empat Pelaku Diburu Polisi
Polisi menduga ada empat pelaku berdasarkan rekaman CCTV yang telah diamankan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan, "Dari rekaman CCTV, pelaku diduga berjumlah sekitar empat orang." Selain rekaman, pecahan botol molotov juga menjadi barang bukti penting dalam penyelidikan ini. Saat ini, perkara masih dalam proses penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku, termasuk mendalami motif di balik insiden ini.
Cemburu Buta Jadi Pemicu
Penyelidikan lebih lanjut mengungkap bahwa target sebenarnya adalah seorang pria berinisial K, yang merupakan paman dari U. Pelaku utama, berinisial M, disebut cemburu karena mantan istrinya, R, kini menjalin hubungan dengan U. Ironisnya, M sendiri sudah memiliki kekasih baru. Kecemburuan buta ini mendorong M untuk menyasar keluarga U.
"Cuma pelaku M itu cemburu sama R sama U. Cemburunya lucu, nyasar ke keluarganya U. Kan di video itu ada orang yang duduk megang HP kan, nah itu pamannya U, inisial K," terang Kompol Andry. Pelaku M bermaksud melemparkan bom molotov itu ke K yang sedang bermain ponsel di depan salah satu rumah. K, yang di dalam rekaman terlihat memakai kaus biru, sempat menghindar saat molotov meledak di dekatnya.
Kondisi Korban Aman, Pelaku Masih Buron
Beruntung, kondisi ibu dan anak tersebut dilaporkan aman dan tidak mengalami luka fisik serius. "Kondisi korban nggak kenapa-kenapa aman saja sejak kejadian. Beliau hanya kaget saja dan motor jatuh dan tidak luka apa pun," kata Kompol Andry. Korban telah diarahkan untuk membuat laporan polisi guna proses hukum lebih lanjut.
Hingga kini, para pelaku masih dalam pengejaran tim gabungan. "Pelaku belum (ditangkap), masih proses sama tim gabungan," pungkas Kompol Andry, menegaskan komitmen polisi untuk segera mengungkap dan menangkap dalang di balik aksi teror molotov ini.
