Sebuah kasus pembunuhan berencana yang menggemparkan akhirnya terungkap di Musi Rawas, Sumatera Selatan. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, seorang pria berinisial R (39), yang sebelumnya dilaporkan hilang selama dua pekan, ditemukan tak bernyawa dengan dugaan kuat menjadi korban racun sianida. Dua individu, TW (25) dan TS (21), kini telah diamankan pihak kepolisian sebagai tersangka utama dalam insiden tragis ini.
Penyelidikan dimulai setelah keluarga korban melaporkan hilangnya R sejak Jumat, 5 Juni lalu. Selama dua minggu, keberadaan R menjadi misteri hingga titik terang muncul pada Jumat, 19 Juni. Kala itu, keluarga memperoleh informasi mengenai penjualan ponsel bekas yang ternyata milik R di Desa Raksa Budi. Berdasarkan petunjuk tersebut, tim dari Polres Musi Rawas segera bergerak. Pada Sabtu, 20 Juni, sekitar pukul 16.00 WIB, jenazah R akhirnya ditemukan di tepi Sungai Pering, Desa Raksa Budi, dalam kondisi yang memprihatinkan.

Kasat Reskrim Polres Musi Rawas, AKP Redho Agus Suhendra, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan mendalam mengarah pada kesimpulan bahwa korban tewas akibat diracun. "Dari penemuan jenazah tersebut, kami kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dan terungkap bahwa korban tewas karena dibunuh dengan cara diracun. Dari situ kami melakukan pendalaman hingga dua orang pelaku yakni TW (25), dan TS (21) berhasil kami amankan," ujar AKP Redho, seperti dikutip dari internationalmedia.co.id Sumbagsel, Senin (23/6/2026).
TW diidentifikasi sebagai pelaku utama yang secara sengaja memberikan minuman mengandung sianida kepada korban, yang menyebabkan kematiannya. Sementara itu, TS berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan yang diambil dari korban setelah pembunuhan. Selain penangkapan kedua tersangka, pihak kepolisian juga berhasil menyita sejumlah barang bukti krusial. Barang bukti tersebut meliputi satu bungkus plastik obat kuat, dua unit ponsel merek Realme dan VIVO, serta satu unit sepeda motor Honda Revo Fit berwarna hitam yang diketahui merupakan milik korban. Kasus ini masih terus didalami untuk mengungkap motif dan detail lebih lanjut dari pembunuhan keji tersebut.
