Internationalmedia.co.id – News – Antusiasme menyelimuti dunia pendidikan di Pasuruan, Jawa Timur, seiring dengan hampir rampungnya pembangunan dua Sekolah Rakyat (SR) permanen. Berlokasi di Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan, fasilitas pendidikan modern ini ditargetkan siap menyambut siswa dan masyarakat melalui acara Open House serta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada bulan Juli mendatang. Meskipun operasional penuh ditargetkan pada 14 Juli 2026, persiapan untuk fase transisi dan pengenalan fasilitas telah dikebut dengan optimisme tinggi.
Progres pembangunan SR di Purworejo, Kota Pasuruan, telah mencapai 80,921 persen per Rabu, 17 Juni 2026. Deska, Site Engineer Manager PT Nindya Karya, menyatakan keyakinan teguh bahwa proyek ini akan selesai sesuai jadwal. "Secara realistis, Juli ini kita kejar," ujarnya, merujuk pada kesiapan fasilitas untuk kegiatan awal. Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai fasilitas esensial seperti ruang kelas, ruang guru, asrama, kantin, rumah pompa, dan lapangan olahraga telah tertata apik. Tak hanya itu, aula serba guna dan masjid juga memasuki tahap akhir penyelesaian, dilengkapi dengan tangga Ramp dan Guiding Block untuk menunjang aksesibilitas penyandang disabilitas.

Senada dengan itu, kondisi serupa juga terlihat di lokasi SR permanen Kabupaten Pasuruan, tepatnya di Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan. Di atas lahan seluas lebih dari 6 hektare, berdiri kokoh bangunan-bangunan utama seperti ruang kelas, asrama, perpustakaan, masjid, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Mahendra, Site Engineer Manager PT Nindya Karya untuk lokasi ini, melaporkan progres pembangunan telah mencapai 82,28 persen. Untuk mengejar target penyelesaian pada Juli, sebanyak 1.408 pekerja dikerahkan dengan durasi kerja 16 jam sehari, menunjukkan komitmen kuat terhadap proyek ini.
Menyambut kesiapan bangunan yang ada, para kepala sekolah pun telah bersiap diri. Yuli Prihatini, Kepala Sekolah SRMP 28 Kota Pasuruan, mengungkapkan bahwa jadwal perpindahan guru, tenaga pendidik, dan 50 siswa SMP yang ada, ditambah 270 siswa baru, ke lokasi permanen di Purworejo telah disusun. "Dari sisi fisik bangunan luar biasa, alhamdulillah," ucapnya penuh syukur.
Hal serupa disampaikan oleh Iqbal Tawakal, Kepala Sekolah SRT 48 Kabupaten Pasuruan, dan Julianto, Kepala Sekolah SRT 3 Pasuruan, yang akan menempati SR permanen Kabupaten Pasuruan. Keduanya menyatakan rasa syukur atas kelancaran pembangunan dan siap memboyong segenap warga sekolah menjelang Open House dan MPLS pada Juli mendatang. Iqbal berharap, "Tanggal 11 Juli pindahan, semoga mulai bisa tempati asrama, sekolah, dan kantin." Nantinya, SR Kabupaten Pasuruan akan menampung total 240 siswa.
Acara Open House direncanakan akan menjadi ajang bagi calon siswa, orang tua calon siswa, serta masyarakat sekitar untuk melihat langsung kondisi utuh dan fasilitas modern yang ditawarkan oleh SR permanen ini. Fajar WH, Tenaga Ahli Menteri Sosial, turut menyampaikan rasa syukurnya atas fase akhir pembangunan ini. Ia berharap seluruh proses berjalan lancar hingga digelarnya MPLS dan Open House sesuai jadwal. "Tinggal kemudian mengawal fase krusial transisi operasional dari sekolah rakyat rintisan ke sekolah rakyat permanen," pungkasnya, menandai dimulainya babak baru pendidikan yang lebih baik di Pasuruan.
