Internationalmedia.co.id – News melaporkan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, secara resmi melantik delapan pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial. Acara penting ini berlangsung di lobi Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul tidak hanya menyerahkan tanggung jawab jabatan, melainkan juga menitipkan amanah besar yang berasal dari rakyat.
"Amanah ini bukan semata-mata dari saya, melainkan dari jutaan warga negara yang menggantungkan harapan pada layanan Kementerian Sosial," tegas Gus Ipul. Ia menekankan agar para pejabat yang baru dilantik memahami esensi ini sejak awal dan menjadikannya landasan dalam setiap keputusan serta tindakan mereka di kantor.

Delapan pejabat yang dilantik meliputi posisi strategis seperti Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, di antaranya Yadi Muchtar sebagai Kepala Biro Umum dan Salahuddin sebagai Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial. Selain itu, terdapat pejabat Administrator, Pengawas, hingga Jabatan Fungsional Dosen pada Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung, yaitu Laode Taufik Nuryadin dan Iyan Kusmadiana.
Dalam sambutannya, Gus Ipul secara khusus menyoroti pentingnya integritas. Ia menjelaskan bahwa integritas bukan sekadar bebas dari korupsi, melainkan juga konsistensi antara perkataan di ruang rapat dengan implementasi di lapangan, serta kesesuaian laporan kepada menteri dengan fakta sebenarnya. "Integritas ibarat pondasi sebuah bangunan. Sekecil apapun retakannya, bangunan setinggi dan semewah apapun pada akhirnya akan runtuh," analoginya. Gus Ipul mengingatkan bahwa jabatan mungkin sementara, namun nama baik akan abadi dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Pejabat baru juga diamanatkan untuk menyukseskan program prioritas Presiden, yaitu Sekolah Rakyat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak dari keluarga kurang mampu. Gus Ipul menggunakan analogi yang kuat: "Bayangkan Sekolah Rakyat seperti ambulans yang melaju kencang membawa pasien kritis. Tugas Anda bukan menghalangi, melainkan membukakan jalan dan memastikan tidak ada sabotase dari dalam maupun luar."
Dua kewajiban tak bisa ditawar dalam program ini: pertama, tidak boleh ada penyimpangan, penyalahgunaan anggaran, permainan proyek, atau kepentingan pribadi yang menunggangi program. "Saya tegaskan, saya tidak akan melindungi siapapun yang terbukti menyelewengkan program ini," ancamnya. Kedua, suksesnya penyelenggaraan harus total, tidak hanya fisik gedung, tetapi juga kualitas belajar, kenyamanan siswa, standar guru, menu makanan, hingga suasana asrama. "Anak-anak itu datang dari keluarga yang tidak punya apa-apa. Kita tidak boleh memberi mereka setengah-setengah," imbuhnya.
Gus Ipul juga mengingatkan pentingnya pengawasan dua arah. Para pejabat akan diawasi oleh menteri, publik, aparat pengawas internal dan eksternal, media, masyarakat, bahkan Tuhan. Di sisi lain, mereka juga wajib mengawasi bawahan. "Pengawasan bukan berarti tidak percaya, melainkan bentuk kasih sayang seorang pemimpin untuk melindungi bawahan dari kesalahan yang bisa menghancurkan karir dan masa depan mereka," jelasnya.
Selain itu, kepatuhan pada hukum dan aturan yang berlaku adalah mutlak. Gus Ipul meminta para pejabat tidak mengambil jalan pintas yang melanggar ketentuan, sekecil apapun. "Tegak lurus pada hukum bukan soal takut dihukum, ini soal martabat Anda sebagai pejabat negara dan martabat lembaga," tegasnya. Ia juga mendorong pembangunan ekosistem kerja yang kondusif, di mana setiap individu berani berbicara jujur, mengakui masalah, dan berinisiatif tanpa menunggu perintah. "Jadikan jabatan sebagai jembatan yang menghubungkan visi kementerian dengan kerja nyata di lapangan, bukan tembok pemisah," pesannya.
Terakhir, Gus Ipul menekankan pentingnya membangun "super team" ketimbang "superman". Ia mengkritik model pemimpin yang bekerja keras sendirian namun membuat unitnya rapuh karena semua bergantung pada satu orang. "Saya tidak butuh superman di Kementerian Sosial. Saya butuh super team," pungkasnya, menggarisbawahi pentingnya kolaborasi dan kekuatan kolektif.
Turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekretaris Jenderal Kemensos Robben Rico, serta jajaran pejabat eselon 1 dan eselon 2 lainnya.
