Internationalmedia.co.id – News – Sebuah insiden mengejutkan mengguncang Gedung Putih saat makan malam gala, di mana Pelaksana Tugas Jaksa Agung Amerika Serikat (AS), Todd Blanche, mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump dan anggota pemerintahannya menjadi target utama dalam upaya penembakan. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan para pejabat tinggi negara di tengah acara penting.
Blanche menyatakan keyakinannya setelah pemeriksaan awal bahwa tersangka memang berniat menargetkan individu-individu penting dalam administrasi, termasuk Presiden Trump yang hadir pada acara makan malam tersebut. "Tampaknya ia memang berniat menargetkan orang-orang yang bekerja di pemerintahan, kemungkinan termasuk presiden," ujar Blanche kepada jaringan televisi NBC, seperti dilansir Aljazeera pada Senin (27/4).

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam waktu AS, di mana seorang pria bersenjata berhasil mendekati lokasi White House Correspondents Dinner. Tersangka, yang diidentifikasi oleh beberapa media AS sebagai Cole Tomas Allen (31) dari Torrance, California, dilaporkan telah membeli dua senjata api dalam beberapa tahun terakhir. Ia melakukan perjalanan dari California ke Washington, DC, menggunakan kereta api melalui Chicago, sebelum melepaskan tembakan di dekat ballroom tempat acara berlangsung. Agen Secret Service dengan sigap berhasil menangkap pelaku.
Presiden Trump sendiri angkat bicara mengenai insiden ini, menyebut pelaku sebagai "orang yang sakit jiwa." Kepada Fox News, Trump menuduh Allen sebagai penulis deklarasi anti-Kristen. "Saat Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump, seraya menambahkan bahwa keluarga tersangka sebelumnya telah menyampaikan kekhawatiran tentang dirinya kepada polisi setempat.
Blanche menambahkan bahwa tersangka tidak kooperatif dengan penegak hukum dan diperkirakan akan menghadapi beberapa dakwaan pada Senin (27/4). Kejaksaan belum merinci staf administrasi Trump mana saja yang menjadi target spesifik, namun jelas bahwa niat pelaku adalah menyerang anggota pemerintahan. Makan malam tahunan White House Correspondents Dinner adalah acara penting yang dihadiri oleh Presiden, pejabat tinggi pemerintah, dan ratusan jurnalis, menjadikannya target yang sangat sensitif.
