Washington D.C. – Gelombang skandal yang terus menerpa akhirnya memaksa Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat, Lori Chavez-DeRemer, untuk meletakkan jabatannya di pemerintahan Presiden Donald Trump. Pengunduran diri ini diumumkan di tengah tuduhan serius mengenai perlakuan tidak pantas terhadap staf perempuan muda dan lingkungan kerja yang tidak sehat. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa keputusan ini mengakhiri spekulasi berpekan-pekan terkait nasibnya di kabinet.
Chavez-DeRemer, yang baru-baru ini menghadapi desakan mundur, dituding terlibat dalam serangkaian pelanggaran perilaku. Berbagai laporan media, termasuk New York Times, mengungkap pola perilaku yang mengkhawatirkan di bawah kepemimpinannya. Ia dan mantan wakil kepala stafnya disebut mengirim pesan teks kepada karyawan, meminta mereka untuk membawakan minuman anggur selama perjalanan dinas departemen.

Lebih jauh lagi, laporan New York Times juga menyebutkan bahwa suami dan ayah Chavez-DeRemer terlibat dalam pertukaran pesan teks dengan staf perempuan muda, beberapa di antaranya bahkan diinstruksikan oleh sang menteri untuk "memperhatikan" kedua pria tersebut. Pesan-pesan ini menjadi bagian dari penyelidikan yang diluncurkan untuk menanggapi aduan pelanggaran perilaku yang meluas, memicu kekhawatiran serius di kalangan staf.
Sebagai imbas dari penyelidikan tersebut, empat individu telah dipaksa keluar dari tim Chavez-DeRemer, termasuk mantan kepala staf, mantan wakil kepala staf, direktur persiapan, dan personel keamanan yang dituduh berselingkuh dengannya. Setidaknya tiga anggota staf Departemen Tenaga Kerja AS juga telah mengajukan aduan pelanggaran hak sipil, menggambarkan lingkungan kerja yang tidak bersahabat.
Meskipun Chavez-DeRemer secara pribadi belum dituduh melakukan pelanggaran dalam kasus yang melibatkan ayah dan suaminya, laporan dari MS NOW menyoroti dua aduan oleh staf wanita muda yang menuduh suami Chavez-DeRemer, Shawn DeRemer, telah melakukan pelecehan seksual.
Melalui akun media sosial X, Chavez-DeRemer mengonfirmasi pengunduran dirinya, menyatakan akan kembali ke sektor swasta. "Meskipun masa jabatan saya dalam pemerintahan telah berakhir, bukan berarti saya akan berhenti memperjuangkan para pekerja Amerika," tulisnya, tanpa secara langsung menyinggung rentetan skandal yang membelitnya.
Mundurnya Chavez-DeRemer menambah daftar panjang pejabat tinggi wanita yang meninggalkan kabinet Trump dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem dan Jaksa Agung AS Pam Bondi juga telah diberhentikan, menandai periode gejolak dalam pemerintahan Trump.
