Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home » Iran Ingin Akhiri Konflik Bermartabat
Trending Indonesia

Iran Ingin Akhiri Konflik Bermartabat

GunawatiBy Gunawati20-04-2026 - 10.30Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Iran Ingin Akhiri Konflik Bermartabat
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Teheran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya berupaya keras untuk mengakhiri konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel "dengan bermartabat". Pernyataan ini disampaikan di tengah ketegangan geopolitik yang masih menyelimuti kawasan Timur Tengah. Internationalmedia.co.id – News melaporkan dari Teheran, Senin (20/4/2026).

Pezeshkian secara tegas menolak klaim Presiden AS Donald Trump yang menyatakan Iran tidak berhak atas program nuklirnya. "Trump mengatakan bahwa Iran tidak seharusnya menggunakan hak nuklirnya, tetapi tidak menjelaskan kejahatan apa yang telah dilakukan Iran," ujar Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita ISNA. Ia mempertanyakan otoritas tersebut, "Siapa dia sehingga berhak mencabut hak suatu bangsa?" Pezeshkian menekankan bahwa dari perspektif prinsip-prinsip kemanusiaan, setiap individu, tanpa memandang agama, kepercayaan, ras, atau etnis, memiliki hak-hak yang tidak dapat dicabut. Pernyataan ini disampaikan menyusul ancaman Trump beberapa hari sebelumnya yang akan "mengamankan uranium yang diperkaya milik Iran dengan cara-cara yang jauh lebih tidak ramah" jika tidak tercapai kesepakatan antara kedua negara.

Iran Ingin Akhiri Konflik Bermartabat
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Lebih lanjut, Pezeshkian menyerukan seluruh bangsa Iran untuk "berdiri teguh melawan musuh yang haus darah dan brutal." Ia menegaskan pentingnya mengelola atmosfer saat ini agar Iran tidak digambarkan sebagai "penghasut perang," melainkan sebagai pihak yang "membela diri." "Kami adalah pasifis dan apa yang kami lakukan adalah pembelaan diri yang sah," tegas Pezeshkian, seraya menambahkan bahwa Iran tidak pernah dan tidak akan pernah menjadi inisiator konflik apa pun.

Konflik di kawasan ini memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Perang yang meluas ini sempat ditangguhkan sejak 8 April setelah gencatan senjata dua minggu disepakati oleh AS dan Iran, dengan mediasi Pakistan. Namun, gencatan senjata tersebut masih rapuh, diwarnai saling lontar ancaman yang menghambat perundingan damai lanjutan. Upaya untuk menggelar putaran terbaru perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad sedang berlangsung.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Peta Israel Mengubah Wajah Lebanon Selatan

20-04-2026 - 12.30

Delapan Nyawa Anak Melayang di Louisiana

20-04-2026 - 12.15

Penyelidikan Narkoba Berujung Petaka di Meksiko

20-04-2026 - 12.00

Israel Perintahkan Tindakan Brutal di Lebanon

20-04-2026 - 10.00

Kapal Raksasa Iran Ditembaki AS Teheran Siap Balas Dendam

20-04-2026 - 07.45

Peringatan Keamanan Islamabad Memuncak

20-04-2026 - 07.30
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.