Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritik keras terhadap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Sorotan utama Lula tertuju pada serangkaian unggahan Trump di media sosial yang dinilai berpotensi mengancam stabilitas dunia. Internationalmedia.co.id – News melaporkan, pernyataan ini disampaikan dalam sebuah pertemuan puncak internasional para pemimpin progresif di Barcelona, Sabtu (18/4/2026).
Sebelum mengarahkan kritiknya kepada Trump, Lula terlebih dahulu menyerukan reformasi kebijakan kepada lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Ia mendesak agar mereka mengubah pendekatan terkait kegagalan dalam menghentikan konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah. Ini menunjukkan bahwa kritik terhadap Trump merupakan bagian dari keprihatinan Lula yang lebih luas terhadap perdamaian global.

Dalam pidatonya yang penuh penekanan, Lula secara spesifik mengungkapkan keheranannya terhadap kebiasaan Trump. "Kita tidak bisa setiap pagi bangun tidur dan setiap malam tidur dengan cuitan dari seorang presiden yang mengancam dunia dan menyatakan perang," tegas Lula, menggambarkan betapa seriusnya ia memandang unggahan-unggahan tersebut.
Diketahui, Trump memang dikenal aktif membagikan pandangannya melalui platform media sosial Truth Social miliknya. Sumber internationalmedia.co.id mencatat, dalam konteks konflik, khususnya perang dengan Iran, Trump secara rutin mengabarkan perkembangan situasi melalui unggahan di akun pribadinya, yang seringkali memicu kontroversi dan menjadi sorotan publik.
Kritik Lula ini menggarisbawahi kekhawatiran yang berkembang di kalangan pemimpin dunia mengenai dampak diplomasi media sosial, terutama ketika digunakan oleh kepala negara untuk menyampaikan pesan-pesan yang berpotensi memprovokasi atau mengancam. Ini juga menyoroti perbedaan pandangan fundamental antara gaya kepemimpinan progresif yang diusung Lula dengan pendekatan Trump yang lebih konfrontatif.

