Internationalmedia.co.id – News – Sebuah babak baru yang penuh harapan terbuka di Timur Tengah hari ini, ketika Lebanon secara resmi menyambut baik pengumuman gencatan senjata dengan Israel. Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, menyatakan apresiasi mendalamnya atas upaya mediasi global yang telah membawa kedua belah pihak ke kesepakatan untuk menghentikan permusuhan.
Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, setelah serangkaian panggilan telepon intensif. Trump mengungkapkan bahwa kesepakatan gencatan senjata, yang akan berlangsung selama 10 hari, dijadwalkan untuk dimulai pada pukul 5 sore EST. Pembicaraan telepon tersebut melibatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Lebanon Joseph Aoun, menandai langkah signifikan menuju deeskalasi.

Melalui unggahan di platform X, Nawaf Salam secara khusus menyampaikan terima kasih kepada sejumlah negara yang telah memainkan peran krusial dalam menengahi kesepakatan ini. Amerika Serikat, Prancis, Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Yordania diakui sebagai pihak-pihak yang berjasa dalam mencapai konsensus untuk meredakan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.
Konflik yang berlarut-larut ini telah meninggalkan dampak yang menghancurkan. Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel yang menargetkan kelompok militan Syiah Lebanon telah menyebabkan kerusakan meluas, memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi, dan merenggut nyawa sedikitnya 2.196 jiwa. Gencatan senjata ini diharapkan dapat memberikan jeda kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Peran aktif Amerika Serikat dalam proses perdamaian ini sangat menonjol. Presiden Trump sebelumnya telah menugaskan Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Rubio, serta Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Razin’ Caine, untuk bekerja sama erat dengan Israel dan Lebanon guna mencapai perdamaian yang berkelanjutan. Pertemuan perwakilan Lebanon dan Israel di Washington pada hari Selasa pekan ini bahkan disebut Trump sebagai momen bersejarah, yang pertama kali terjadi dalam 34 tahun.
Dalam pernyataannya di Truth Social, Presiden Trump juga mengklaim bahwa keberhasilan gencatan senjata ini akan menjadi pencapaian ke-10 dalam daftar panjang penyelesaian konflik yang ia klaim telah berhasil ditanganinya sejak terpilih kembali sebagai Presiden AS. "Merupakan kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan 9 perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10, jadi mari kita selesaikan," ujarnya.
Kesepakatan gencatan senjata 10 hari ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi dialog yang lebih konstruktif dan langkah-langkah konkret menuju stabilitas jangka panjang di kawasan yang kerap bergejolak.

