Washington – Harapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Lebanon berjalan damai dan dihormati Hizbullah, tampaknya langsung diuji. Tak sampai satu jam setelah kesepakatan berlaku, laporan tembakan artileri dan senapan mesin mengguncang Lebanon selatan, mencoreng awal dari periode yang diharapkan membawa kedamaian. Internationalmedia.co.id – News merangkum perkembangan terbaru ini.
Melalui platform Truth Social, Trump secara eksplisit menyatakan harapannya. "Saya harap Hizbullah bertindak baik dan sopan selama periode penting ini. Ini akan menjadi momen HEBAT bagi mereka jika mereka melakukannya," tulis Trump, seperti dikutip dari Al Jazeera pada Jumat (17/4/2026). Ia menambahkan seruan tegas, "Tidak ada lagi pembunuhan. Akhirnya harus ada DAMAI!"

Gencatan senjata yang diumumkan oleh Trump ini mulai berlaku sejak pukul 21.00 GMT, atau tengah malam waktu Lebanon. Kesepakatan ini, yang dirancang untuk berlangsung selama 10 hari, menurut Departemen Luar Negeri AS, "dimaksudkan untuk memungkinkan negosiasi dengan itikad baik menuju perjanjian keamanan dan perdamaian permanen antara Israel dan Lebanon."
Meski demikian, Hizbullah sendiri belum secara resmi menyatakan pengakuannya terhadap gencatan senjata tersebut. Seorang anggota parlemen dari kelompok yang didukung Iran itu, bagaimanapun, sempat menyampaikan kepada AFP bahwa Hizbullah akan menghormati kesepakatan itu asalkan serangan Israel terhadap militannya dihentikan.
Namun, harapan damai itu langsung menghadapi kenyataan pahit. Belum sampai satu jam setelah kesepakatan gencatan senjata diterapkan, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa artileri Israel telah menembaki Lebanon selatan, seperti dilansir Al Jazeera. Penembakan tersebut dilaporkan disertai dengan operasi penyapuan yang melibatkan tembakan senapan mesin di daerah itu. Selain itu, di Lembah Bekaa barat, NNA juga mencatat aktivitas intensif oleh pesawat pengintai Israel di atas wilayah Rashaya dan lereng barat Jabal al-Sheikh.
Situasi serupa juga terekam di pinggiran selatan Beirut. Wartawan AFP melaporkan mendengar suara tembakan dan ledakan RPG tak lama setelah tengah malam, yang berlanjut selama lebih dari setengah jam, dengan jejak peluru merah membumbung ke langit. Rekaman AFPTV menunjukkan warga mulai kembali ke pinggiran selatan kota, yang merupakan benteng Hizbullah. Beberapa terlihat mengibarkan bendera kuning gerakan tersebut atau membawa potret pemimpinnya yang tewas, Hassan Nasrallah, yang dibunuh oleh Israel pada tahun 2024. Video yang beredar di media sosial juga menguatkan laporan ini, menunjukkan antrean panjang mobil di beberapa daerah selatan saat penduduk yang mengungsi bergegas kembali ke rumah mereka.

