Close Menu
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
  • Amerika
  • Asean
  • Asia
  • Eropa
  • Timur Tengah
Internationalmedia.co.idInternationalmedia.co.id
Home ยป Hungaria Kacau PM Baru Ancam Lengserkan Presiden
Trending Indonesia

Hungaria Kacau PM Baru Ancam Lengserkan Presiden

GunawatiBy Gunawati16-04-2026 - 03.15Tidak ada komentar2 Mins Read0 Views
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Telegram Tumblr Email
Hungaria Kacau PM Baru Ancam Lengserkan Presiden
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Internationalmedia.co.id – News – Gelombang perubahan politik di Hungaria memuncak dengan ketegangan tinggi setelah Perdana Menteri (PM) baru, Peter Magyar, secara terbuka mendesak Presiden Tamas Sulyok untuk segera mundur dari jabatannya. Ultimatum ini disampaikan di tengah euforia kemenangan telak Magyar yang berhasil mengakhiri dominasi 16 tahun Viktor Orban, tokoh nasionalis yang dikenal dekat dengan mantan Presiden AS Donald Trump.

Magyar menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memperkenalkan undang-undang khusus guna mencopot Sulyok jika sang presiden menolak untuk mengundurkan diri secara sukarela. Desakan keras ini muncul menjelang pembukaan sidang parlemen baru Hungaria yang diperkirakan akan dimulai pada awal Mei.

Hungaria Kacau PM Baru Ancam Lengserkan Presiden
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Saya tegaskan kembali kepadanya bahwa di mata saya dan di mata rakyat Hungaria, dia tidak layak menjadi simbol persatuan bangsa Hungaria dan tidak mampu menjamin penghormatan terhadap hukum," ujar Magyar, seperti dikutip dari kantor berita AFP pada Kamis (16/4/2026). Menurut Magyar, Sulyok, yang dipilih oleh parlemen, memberikan respons yang "penuh teka-teki" terhadap tuntutan pengunduran dirinya.

Tidak hanya Presiden Sulyok, Magyar juga menargetkan sejumlah pejabat tinggi lainnya yang dianggap sebagai "boneka" dari rezim Orban sebelumnya. Daftar tersebut mencakup Jaksa Agung dan Ketua Mahkamah Konstitusi. "Semua boneka yang ditunjuk oleh sistem Orban untuk menduduki jabatan-jabatan tinggi," tegas Magyar, mengindikasikan pembersihan menyeluruh terhadap sisa-sisa kekuasaan lama.

Kemenangan gemilang partai Tisza yang dipimpin Magyar, dengan meraih mayoritas dua pertiga kursi legislatif, memberinya kekuatan politik yang signifikan. Kekuatan ini memungkinkan pemerintahannya untuk melakukan reformasi fundamental, bahkan mengubah konstitusi negara. Dengan parlemen baru yang diperkirakan akan bersidang sekitar tanggal 6 atau 7 Mei, Magyar telah mendesak Sulyok untuk segera menetapkan tanggal pengunduran dirinya.

Pergantian kekuasaan ini menandai berakhirnya era Viktor Orban, yang selama ini dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menariknya, Donald Trump yang sebelumnya secara vokal mendukung Orban, kini telah menyatakan dukungannya untuk Peter Magyar. "Saya pikir orang baru ini akan melakukan pekerjaan yang baik-dia orang yang baik," kata Trump kepada ABC News, menunjukkan pergeseran aliansi yang signifikan di panggung politik internasional.

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
Gunawati
Gunawati

kontributor International Media yang berfokus pada peliputan berita dari kawasan Amerika dan Eropa. Ia secara rutin menyajikan analisis mengenai kebijakan luar negeri, isu-isu sosial, dan perkembangan politik di negara-negara Barat.

Related Posts

Israel Siap Gempur di Tengah Perundingan Sensitif

16-04-2026 - 03.45

Misi Rahasia Netanyahu Terungkap

16-04-2026 - 03.30

Terobosan Penting Pakistan

16-04-2026 - 03.00

Ancaman Trump Iran Syarat Berat Muncul

15-04-2026 - 23.45

Perundingan Sengit Iran AS Berakhir Buntu

15-04-2026 - 23.30

Trump Ungkap Janji Xi Jinping Soal Iran

15-04-2026 - 23.15
Leave A Reply Cancel Reply

Internationalmedia.co.id
  • Privacy
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak
  • Tentang

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.