Beijing – Sebuah pernyataan signifikan datang dari Rusia mengenai program nuklir Iran. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov secara terbuka membela hak Iran untuk melakukan pengayaan uranium demi tujuan damai, menegaskan bahwa Moskow akan menghormati setiap keputusan yang diambil Teheran dalam koridor hak-hak sah tersebut. Internationalmedia.co.id – News melaporkan bahwa pernyataan ini disampaikan Lavrov dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Tiongkok, pada Rabu (15/4), menyusul pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Dalam kesempatan tersebut, Lavrov menegaskan kembali prinsip dasar bahwa "setiap negara memiliki hak untuk memperkaya uranium secara eksklusif untuk tujuan damai," sebuah hak yang, menurutnya, juga sepenuhnya berlaku bagi Iran. Moskow, lanjutnya, siap sedia untuk membantu menyelesaikan berbagai isu seputar program nuklir Iran, dengan menekankan bahwa "Rusia akan menerima keputusan apa pun yang sesuai dengan pihak Iran dalam kerangka hak-hak yang sah ini," seperti dikutip dari media Iran, Press TV.

Lavrov juga menguraikan potensi kontribusi Rusia dalam penyelesaian terkait uranium yang diperkaya. Ini termasuk kemungkinan pengolahan ulang uranium yang sangat diperkaya menjadi bahan bakar untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, atau bahkan pengiriman sebagian uranium tersebut ke Rusia untuk disimpan, sembari tetap menjunjung tinggi hak Iran atas energi nuklir sipil. Ia menambahkan bahwa isu ini telah dibahasnya dengan Menlu Iran Abbas Araghchi, serta perwakilan dari Amerika Serikat dan Israel, dan bahkan telah berulang kali menjadi topik diskusi dalam kontak yang melibatkan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Diplomat senior Rusia itu secara tegas menyatakan bahwa Iran tidak pernah memiliki niat untuk memiliterisasi program nuklirnya. Ia menggarisbawahi bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pun tidak pernah menemukan bukti adanya pengalihan material nuklir Iran untuk tujuan militer.
Lavrov juga mengingatkan kembali peran aktif Moskow dalam kesepakatan nuklir Iran tahun 2015, khususnya dalam pengelolaan uranium yang diperkaya milik Iran, menunjukkan konsistensi Rusia dalam mendukung hak-hak nuklir sipil Teheran.

